Hilirisasi Mineral Kritis Digenjot, PT TIMAH dan PERMINAS Perkuat Sinergi Strategis

JAKARTA, TIMELINES.ID — Upaya hilirisasi mineral strategis nasional terus diperkuat seiring komitmen pemerintah dalam membangun kemandirian industri dan memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global mineral kritis, salah satunya melalui kolaborasi strategis antara PT TIMAH dan PT PERMINAS dalam pengembangan hilirisasi mineral strategis nasional.

Salah satu langkah konkret dilakukan melalui penandatangan Conditional Framework PT TIMAH (Persero) Tbk dan PT Perusahaan Mineral Nasional (Persero) (Perminas) dalam pengembangan pengolahan slag timah dan rare earth elements (REE/LTJ) di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Kerja sama ini dituangkan dalam kerangka kerja sama bersyarat bertajuk Sovereign Strategic Mineral Cooperation Framework Pengolahan Slag Timah, Monasit & REE/LTJ Bangka.

Bertempat di Gedung Badan Pengaturan BUMN di Jakarta, kesepakatan ini ditandatangani oleh Direktur Utama PT Perusahaan Mineral Nasional (Perminas) Gilarsi Wahju Setijono dan Direktur Utama PT TIMAH (Persero) Tbk, Restu Widiyantoro yang turut disaksikan oleh Direktur Utama MIND ID, Maroef Sjamsoeddin, CTO Danantara, Sigit Puji Santosa, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi sekaligus Kepala Badan Industri Mineral (BIM), Brian Yuliarto efektif mulai Rabu (20/5/202).

Baca Juga  Hadir di Desa Padang, Mobil Sehat PT Timah Berikan Pelayanan Kesehatan Gratis

Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari upaya mendukung agenda hilirisasi pemerintah sekaligus memperkuat kedaulatan mineral nasional melalui optimalisasi pemanfaatan sumber daya yang selama ini belum dikelola secara maksimal.

Direktur Utama PT PERMINAS (Persero), Gilarsi Wahju Setijono menyampaikan, kesepakatan kerja sama dengan PT TIMAH menjadi momentum penting dalam membangun pengelolaan mineral strategis nasional, khususnya pengolahan slag timah dan rare earth elements.

Menurutnya, proses menuju kerja sama tersebut melalui pembahasan intensif guna menyusun framework kolaborasi yang akan dijalankan kedua perusahaan.

“Hari ini cukup membahagiakan karena setelah perjuangan panjang akhirnya kita menyepakati sebuah kolaborasi antara PT TIMAH dan PERMINAS. Ini bukan sekadar wacana, tetapi langkah konkret untuk memulai perjalanan baru dalam membangun kedaulatan mineral Indonesia,” ujarnya.

Baca Juga  Kompleks PT Timah Tbk Unit Metalurgi Muntok Wakili Babel Ikuti Seleksi Kampung Tertib Lalu Lintas Tingkat Nasional

Ia menjelaskan, kerja sama tersebut diarahkan menjadi kemitraan strategis jangka panjang dalam pengembangan pengolahan slag timah dan mineral tanah jarang.
Dalam prosesnya, kedua perusahaan juga mempelajari berbagai aspek pengembangan, termasuk penguatan teknologi pengolahan guna mempercepat hilirisasi mineral strategis nasional.

“Teknologi pengolahan ini memang cukup strategis dan selama ini banyak dikunci oleh negara lain. Karena itu kami berupaya menghadirkan partner yang tepat agar proses pengolahan bisa dipercepat,” katanya.

Gilarsi menambahkan, tantangan terbesar percepatan hilirisasi saat ini tidak hanya pada aspek teknis, tetapi juga regulasi dan perizinan agar proses pengolahan dapat segera direalisasikan.

Sementara itu, Direktur Utama PT TIMAH, Restu Widiyantoro menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah yang membuka peluang perusahaan memperluas peran dalam pengembangan hilirisasi mineral strategis.

Baca Juga  Kolaborasi PT Timah dan Pemprov Babel: Percepat Penguatan Koperasi Tambang untuk Rakyat

Menurutnya, selama puluhan tahun PT TIMAH berfokus pada pengolahan bijih timah dari hulu hingga hilir untuk kebutuhan ekspor. Namun melalui kerja sama strategis tersebut, perusahaan kini memiliki peluang untuk meningkatkan nilai tambah melalui pengelolaan mineral strategis.

“Selama ini PT TIMAH hanya fokus mengelola bijih timah dari hulu sampai hilir untuk ekspor. Dengan adanya kerja sama ini, kami memiliki kesempatan untuk naik kelas melalui pengembangan hilirisasi dan pengelolaan mineral strategis,” ujarnya.