Memaknai Buku “Buk Geriul” Karya Rusmin Sopian
Oleh: Rudiyanto, S.Pd.Gr — Guru Pendidikan Agama Islam dan Penulis Bangka Selatan
“Buk Geriul” merupakan sebuah karya buku terbaru dari seorang penulis ternama di Bangka Belitung yang bernama lengkap Rusmin Sopian.
Pria pegiat literasi di Bangka Belitung ini telah melahirkan banyak sekali karya tulis baik di media masa maupun media cetak. Karya tulisnya tidak hanya dimuat pada media lokal Bangka Belitung, akan tetapi telah bertebaran di media-media daerah lain hingga kancah nasional.
Bagi penulis, sosok Rusmin Sopian bukan hanya sebagai sosok penulis dan pegiat literasi di Bangka Belitung. Beliau adalah sosok guru dan motivator sekaligus tokoh panutan baik dalam dunia kepenulisan maupun dalam kehidupan sosial masyarakat.
Karya buku terbaru “Buk Geriul” yang ditulis oleh Rusmin Sopian merupakan cambuk bagi penulis dan generasi muda lainnya untuk terus melahirkan karya-karya terbaiknya demi kemajuan bangsa Indonesia.
Generasi milenial dan generasi Z yang notabenenya sering dianggap sebagai generasi yang hobi “MAGER” dan rebahan sudah seharusnya belajar dan mengambil hikmah dari sosok penulis legendaris Rusmin Sopian, di mana di usianya yang tidak lagi muda, beliau tetap berkarya, berkarya dan terus berkarya.
Salah satu alasan penulis mangagumi karya-karya tulis Rusmin Sopian ialah karyanya begitu fenomenal dan sesuai dengan realita kehidupan sosial masyarakat masa kini.
Karya buku cerpen terbaru Rusmin Sopian “Buk Geriul” menggambarkan fenomena yang sedang terjadi ditengah-tengah masyarakat kita saat ini.
Begitu banyak “Buk Geriul” (orang-orang yang tidak konsisten
dan tidak harmoni antara perkataan dan perbuatannya) ditengah-tengah masyarakat kita.
Dalam perspektif Islam, sosok “Buk Geriul” merupakan sosok yang identik dengan perilaku munafik.
Indikator orang munafik dalam pandangan Islam ada 3 yaitu pertama, ketika ia berbicara berdusta (berbohong, memutarbalikkan fakta dan kata-katanya tidak dapat dipercaya. Kedua, ketika ia berjanji maka ia tidak berniat dan tidak berusaha menepatinya. Ketiga, ketika ia diberikan amanah, maka ia berkhianat.
