Karya: Sukma Wijaya

Angin berembus dari muara,
Singgah sebentar di pesisir desa,
Membawa kabar dari kota tercinta,
Mengusik benak segenap warga.

Pangkalpinang kota BERARTI,
Tumbuh berpayung adat sejati,
Sepintu Sedulang menjadi bukti,
Muafakat hidup anak negeri.

Di balai tua tersimpan seri,
Anyaman resam berjalin rapi,
Tudung saji warisan negeri,
Lambang santun turun diberi.

Bukan sekadar penutup hidangan,
Bukan semata pelengkap jamuan,
Padanya terikat adat dan ingatan,
Padanya hidup nilai kehidupan.

Dulang bertanya kepada pesisir,
“Mengapa arah kini bergeser?”
Ombak menjawab dengan getir,
“Kerana makna mulai tersisir.”

Kini kabar sampai ke telinga,
Membuat banyak hati bertanya,
Tudung saji yang sarat makna,
Diletak pula pada tempatnya berbeda.

Baca Juga  Anyaman Keberhasilan

Bukan tong sampah hendak dihina,
Bukan pula kebersihan dicela,
Namun setiap lambang ada nilainya,
Patut dijaga letak dan maknanya.