Timelines.id

Media Literasi, Sejarah & Budaya

Selasa, 21 Juli 2026
Rinduku pada Rintik Hujan

Rinduku pada Rintik Hujan

Oleh: Hening Cahaya Rinduku pada angin semilir Membisikan rasa berat Ingin bertemu di padang mimpi
Ari Ini Markudut Jadi Raje dan Lime Taun ke Adep Kenek Pluntang

Ari Ini Markudut Jadi Raje, Lime Taun ke Adep Kenek Pluntang

Karya: Iyek Aghnia “Pacak balak tigebelas men die kite suroh jadi pemimpin kite. Pacak lilot
Di Bawah Bayang Harakiri

Di Bawah Bayang Harakiri

Oleh: Kaum Pecinta Damai Di bawah langit sakura yang gugur perlahan, Pernah ada masa ketika malu

Surat untuk Negeri

Karya: Heru Sudrajat Apa kabar negeriku Semoga baik baik saja Rakyatmu tak menderita Tidak lagi
Sang Usang Nyerupe Anak Bawang

Ader La Mane Ade

Pantun Pembuka Acara (Bagian IV) Oleh: Sang Usang Nyerupe Anak Bawang Sang Usang: ”Gawe behander
Sajak si Cengeng yang Lupa Menangis

Sajak si Cengeng yang Lupa Menangis

Oleh: Sang Peramu Aksara Di penghujung harap, Ku ingin selalu berteduh. Di rerimbunan semak yang
Pembulak

Pembulak

Karya: Rusmin Sopian Setiap lelaki bebajuk safari itu becakap, orang-orang yang ade di hekitarnya,
Alun Denting Anak Ayah

Alun Denting Anak Ayah

Oleh: Sang Peramu Aksara (Agus Bachtiar K) Alun, ingat pesan ayah: Tetaplah menjadi alunan hidup
Makase La Datang

Makase La Datang

Pantun Pembuka Acara (Bagian III): Karya: Sang Usang Nyerupe Anak Bawang Sang Usang: ”Dak berase
Kemarau Tujuh Purnama

Kemarau Tujuh Purnama

Karya: Hening Cahaya Ros Kemarau kali ini Menguras habis keringat Setelah lama berkubang Pada
Nyanyian Pilu Negeriku

Nyanyian Pilu Negeriku

Oleh: Heru Sudrajat Ceritakan cucuku Tentang MBG di sekolahmu Tentang nasi berkeringat Tentang
Sampul Kronik

Sampul Kronik

Karya: Hari Aprizal Paras lembut itu bagai rembulan yang naik dari di ufuk Cahayanya menari di
Bahasa Cinta dan Satra

Bahasa Cinta dan Sastra

Karya: Laudia Syahrah Di antara ribuan kata yang lahir dari bait sunyi, Cinta selalu berdiri Ia
Acara Ken Mulai

Acara Ken Mulai

Pantun Pembuka Acara (Bagian II): Karya: Sang Usang Nyerupe Anak Bawang Sang Usang: ”Nyiap tiram
Balada Ros dan Ruang Persinggahan

Balada Ros dan Ruang Persinggahan

Oleh: Hening Cahaya Ros Tumpahkan semua murka Pada rasa kesalmu Yang selalu menyelinap Sembunyi di
Sudah ditampilkan semua