Asam lambung yang naik pada akhirnya dapat memicu gejala maag lainnya, seperti heartburn atau rasa panas di dada.

Bagaimana tidak, produksi asam lambung biasanya akan meningkat setelah makan. Bila Anda langsung tidur setelah makan, asam lambung lebih mudah naik ke atas menuju kerongkongan.

Usahakan untuk meluangkan waktu sekitar 2 – 3 jam sebelum Anda tidur. Pastikan pula duduk tegak selama 30 menit setelah makan.

Bila memungkinkan, cobalah untuk menghindari makan porsi besar mendekati jam tidur guna mencegah maag kumat.

5. Berhenti merokok dan minum
Alkohol dan rokok bisa menjadi salah satu pemicu kemunculan maag. Itu sebabnya, berhenti dari dua kebiasaan ini bisa menjadi salah satu cara mencegah maag.

Alkohol diketahui dapat mengiritasi lapisan kerongkongan dan perut, merangsang produksi asam lambung, dan melemahkan otot kerongkongan.

Baca Juga  Waspada! Ini Tiga Penyakit yang Sering Munculnya di Musim Kemarau

Akibatnya, asam lambung lebih mudah naik menuju ke kerongkongan. Efek dari alkohol pun tidak jauh berbeda dengan merokok.

Meski tak bisa dihentikan secara mendadak, berhenti merokok dan alkohol bisa dilakukan sedikit demi sedikit. Bila diperlukan, cobalah konsultasikan dengan dokter.

6. Membatasi asupan kafein
Gejala maag akan sering muncul jika Anda memiliki penyakit GERD. Pada penderita GERD, kopi bisa menjadi pemicu gejala maag.

Jadi, upaya pencegahan maag yang paling aman adalah mengurangi asupan kafein.

Sebenarnya, kafein tidak hanya terdapat pada kopi, tetapi juga ada pada minuman bersoda dan beberapa jenis teh. Oleh sebab itu, Anda perlu berhati-hati dan waspada.

Bagi para penggemar kopi, cobalah untuk mengurangi asupan kopi menjadi secangkir sehari. Bila gejala maag tetap muncul, ada baiknya Anda menghentikan kebiasaan minum kopi.

Baca Juga  Serupa tapi Tak Sama Ini Perbedaan Penyakit Maag dan GERD

7. Mengelola stres
Tak hanya karena pola makan yang buruk, gejala maag bisa kembali kumat akibat stres yang berlebihan. Meski tak dapat dihindari, Anda bisa mengelola stres dengan cara berikut.

Menghentikan aktivitas sesaat dan ambil napas panjang.
Mencoba teknik pernapasan.
Menonton film favorit.
Mendengarkan musik.
Tidur siang selama 20 – 30 menit.
Meditasi.
Melakukan hal ringan yang membuat Anda senang.
Stres yang dapat dikelola setidaknya bisa mencegah gejala maag kembali kambuh dan mengganggu aktivitas Anda.

8. Mengurangi konsumsi obat pereda nyeri tanpa resep
Obat pereda nyeri, seperti obat anti-inflamasi non-steroid, ternyata memiliki efek meningkatkan produksi asam lambung.

Tak heran bila orang yang kerap mengonsumsi obat ini berisiko mengalami nyeri ulu hati, sehingga penggunaan obat ini sebaiknya atas nasihat dokter.

Baca Juga  5 Jenis Senam Untuk Perut Langsing, Nomor 2 Wajib Kamu Coba

Selain itu, berhati-hati pula dalam minum jamu karena produk jamu seringkali mengandung senyawa obat ini. Itu sebabnya, minum jamu dalam jangka panjang memiliki efek yang sama dengan penggunaan obat tersebut.

9. Kurangi berat badan
Anda yang memiliki berat badan berlebih akan berisiko lebih tinggi mengalami maag. Ini berkaitan dengan kecenderungan untuk makan dalam porsi besar.

Kebiasaan ini akan meningkatkan tekanan dalam lambung sehingga makanan di lambung mudah naik kembali ke kerongkongan.

University of Michigan Health menyarankan mengurangi berat badan 2,5 – 5 kg dapat membantu Anda mencegah maag datang kembali.

Intinya, menjalani pola makan dan gaya hidup yang sehat menjadi kunci utama dari pencegahan maag.

Bila nda bingung, cobalah berkonsultasi dengan dokter atau ahli gizi guna memahami solusi yang tepat untuk anda. (***).