BANGKA BELITUNG, TIMELINES1.COM – Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3AKB) Kota Pangkalpinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, mencatat ada 5 kasus kekerasan Perempuan dan Anak di awal tahun ini.

Hal ini membuat DP3AKB Kota Pangkalpinang memprioritaskan dalam meminimalisir kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak. Demikian disampaikan Kepala DP3AKB Kota Pangkalpinang, Agustu Afendi.

“Ada lima kasus kekerasan di awal tahun ini. Dua diantaranya pada perempuan dan tiga lainnya terhadap anak,” ungkapnya.

Dalam upaya meminimalisir tersebut, Agustu Afendi mengatakan jika sedang mengupayakan untuk meluncurkan program aplikasi pengaduan masyarakat. Hal ini dilakukan sebagi upaya untuk memudahkan masyarakat dalam proses pengaduan.

Agustu Afendi menyadari jika pihaknya tidak bisa face to face, namun pihaknya akan mencoba memberikan pendidikan edukasi kepada generasi muda tentang hak-hak dan kewajibannya seperti apa.

Baca Juga  150 Honorer Pemprov yang Dirumahkan Kembali Ngadu ke DPRD Babel