Nganggung: Tradisi Budaya, Sumber Nilai dan Identitas Pulau Bangka (1)
Makanan tersebut kemudian diletakan secara acak untuk dimakan secara bersama-sama dalam barisan yang rapi dan berjajar dengan saling berhadap-hadapan.
Nganggung biasanya dilakukan dengan dipimpin oleh seorang pemuka agama untuk melantunkan doa bersama dan kadang diselingi dengan ceramah.
Nganggung tidak dilakukan di setiap waktu tetapi biasanya dilakukan pada hari-hari besar umat Islam, seperti Maulid Nabi Muhammmad SAW, menyambut Perayaan Idul Fitri, Perayaan Idul Adha, dan Ruwah.
Kegiatan nganggung paling meriah dilakukan ketika Ruwah atau Ruwahan.
Hal tersebut dikarenakan, ruwah merupakan kegiatan membersihkan makam secara bergotong royong oleh masyarakat di Pulau Bangka.
Nganggung selain dilakukan pada hari besar umat Islam, juga dilakukan ketika ada saudara yang menjadi bagian dari tengah masyarakat Pulau Bangka meninggal.
Hal tersebut dilakukan dengan cara menganggung secara bergiliran kepada keluarga yang ditinggalkan untuk meringankan beban.
Cerminan tradisi nganggung yang dipaparkan di atas, adalah bentuk kerukunan dan kebersamaan dalam komunitas masyarakat Pulau Bangka.
Nganggung dalam perkembanganya tidak hanya dimiliki oleh masyarakat Pulau Bangka.
Tetapi diadopsi oleh warga pendatang dalam rangka menyesuaikan diri dengan tradisi yang telah mengakar kuat di daerah rantau.
Nganggung dalam perkembangannya juga mengalami pergeseran magna.
Dari tradisi menjadi kegiatan bersama untuk melakukan sebuah acara yang diselenggarakan masyarakat desa, seperti menyambut pejabat.
Pergeseran magna dari tradisi nganggung memberikan arti.
Nganggung menjadi bagian tak terpisahkan dari aktivitas masyarakat dan menjadi bagian dari kearifan lokal yang dimiliki oleh masyarakat Pulau Bangka.
Nganggung dapat diartikan sebagai kearifan lokal, karena merupakan bentuk pengetahuan, keyakinan, pemahaman, atau wawasan serta adat istiadat dan etika yang diterima oleh masyarakat dan dilakukan secara berulang-ulang.
Surtini (2009) dikutip Ibrahim (2011) Kearifan lokal adalah bagian kebudayaan yang eksistensinya dapat dilihat sebagai kerangka budaya.
Pengertian tersebut mengandung arti, Nganggung adalah traidisi yang dilakukan secara turun-temurun oleh masyarakat Pulau Bangka dalam kurun waktu lama.
Nganggung juga merupakan budaya, dikarenakan hasil dari gagasan, tindakan, dan karya yang dijadikan milik manusia dengan cara belajar.
Bersambung

Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.