Marwah Piala Adipura
Kehadiran Piala Adipura menjadi sebuah kebanggaan tersendiri bagi setiap daerah. Tepat 28 Februari lalu, Kota Toboali Kabupaten Bangka Selatan yang merupakan satu dari dua kota di provinsi Kepulauan Bangka Belitung yakni Kota Sungailiat yang menerima Piala Adipura. Piala Adipura ini adalah kali ketiganya bagi Kota Toboali sejak tahun 2017, 2018 dan 2022,.
Dalam Momentum Adipura sering terdengar celetukan-celetukan kasar maupun halus seperti pencitraan atau Adi Pura-pura yaitu Pura-pura bersih, penghargaan yang dibeli atau gotong royong hanya pas Adipura saja ataupun pernah bualan emosi netijzen membandingkan persiapan Adipura dengan persiapan HUT RI tahun 2022.
Netizen menyebutkan taman median jalan lebih elok dan indah ketika momen Adipura dibandingkan HUT RI tahun 2022. Celetukan tersebut jika terdengar ke telinga seluruh pasukan kuning bagaikan tersambar petir dan tertusuk sembilu dengan tetes keringat dan keikhlasan hati setelah sholat subuh menyusuri jalanan Kota Toboali dengan senjata kebanggannya sapu lidi.
Marwah Adipura diperebutkan dikarenakan adanya aura semangat kebersamaan yang luar biasa dengan adanya keterlibatan dari berbagai lintas sektor baik sekolah, masyarakat, pedagang, pemerintah dan juga pihak-pihak dunia usaha. Berita Kota Toboali menerima Piala Adipura membuat semua ikut berbangga dan terharu karena ini merupakan kemenangan bersama.
Untuk itu, penulis mengajak semua, untuk terus menjaga kebersihan walau bukan momen Adipura. Penilaian Adipura saat ini sangatlah berbeda diantaranya ada pemantauan kondisi kota melalui citra satelit dan juga aerial survey seperti penggunaan drone, data operasional fasilitas pengelolaan sampah daerah yang dipantau selama 2 periode dalam satu tahun di website SIPSN (Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional) dengan mengacu pada Perpres 97 tahun 2017 tentang Kebijakan Strategi Nasional (Jakstranas) Pengelolaan Sampah Rumah Tangga dan Sampah sejenis Sampah Rumah Tangga yaitu 30 % Pengurangan dan 70 % Penanganan pada tahun 2025.
Momentum Adipura sangat tepat dimanfaatkan untuk menumbuhkan kembali rasa kebersamaan gotong royong. Momentum ini juga diharapkan para pemangku kepentingan seperti kepala daerah dan jajarannya untuk lebih memperhatikan kesejahteraan dan kesehatan para petugas kebersihan dengan mengedepankan penghasilan yang layak dan kebutuhan vitamin maupun suplemen dalam melaksanakan tugas mulia yang tak semua orang mampu melaksanakannya. Semoga (***)

Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.