Maka sekolah vokasi seperti perguruan tinggi dan Sekolah Menengah Kejuruan merupakan salah satu solusi bagi generasi muda untuk mendukung program hilirisasi yang diprioritaskan Presiden Joko Widodo untuk keluar dari negara berkembang ke negara maju.

Saat penghentian bahan mentah yang diekspor maka harus menyiapkan dengan cepat solusi apa yang harus dilakukan.

Salah satu solusi pada program hilirisasi seperti pembuatan wadah pengolah produk. Wadah pembuatan produk yaitu industri yang relevan seperti smelter, pabrik pengecoran.

Untuk sampai pada tahap tersebut dibutuhkan SDM yang memadai sesuai kompetensinya. Dengan SDM yang memadai program hilirasasi menjadi lebih mudah.

Salah satu bidang yang terdapat dalam program hilirisasi adalah Teknologi dan Rekayasa.

Baca Juga  Dari Solar ke LPG, Transisi Nelayan Bangka Selatan

Dasar dari teknologi dan rekayasa merupakan llmu alam, seperti matematika, fisika, kimia, bahasa Indonesia.

Setelah menguasai hal tersebut suatu bidang ilmu kejuruan dimasukkan ke dalamnya sesuai minat dan bakat peserta didik. Sekolah vokasi berkurikulum pembiasaan pembuatan projek.

Selain itu pendidikan vokasi juga diajarkan nilai-nilai agama dan moral.

Program hilirisasi yang diinstruksikan oleh Presiden Joko Widodo merupakan orientasi yang nyata dan bukan hanya angan-angan belaka.

Pemberhentian ekspor berbagi produk alam yang mentah seperti, nikel, biji bauksit.

Tujuan hal tersebut adalah melakukan pengiriman produk jadi yang bernilai bukan hanya produk mentah dan kembali ke negara kita dengan produk bernilai jual dan penggunaan lebih tinggi.

Baca Juga  Indahnya Kebersamaan Idulfitri 1444 H, Tongin Fangin Tjit Tjong

Satu bentuk dukungan yang sederhana pada program hiliriasi tersebut dengan mendukung sekolah – sekolah vokasi.

Pemerintah mengharapkan dukungan dari berbagai pihak. Salah satu pihak yaitu orangtua yang diharapkan mendukung dengan menitipkan anaknya bersekolah di sekolah vokasi yang ada di wilayah terdekatnya.

Salah satu provinsi yang ada di Indonesia adalah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Provinsi Kepulauan Bangka Belitung terdiri 6 Kabupaten dan 1 Kotamadya.

Ada banyak sekolah vokasi yang tersebar di provinsi Bangka Belitung. Dari beberapa jumlah kabupaten tersebut salah satunya adalah kabupaten Bangka Selatan. Kabupaten Bangka Selatan terdiri dari 8 kecamatan.

Pada 8 kecamatan tersebut salah satunya Kecamatan Airgegas yang merupakan kecamatan dengan jumlah penduduk terbanyak kedua setelah Kecamatan Toboali.

Baca Juga  Perlindungan Hukum bagi Pekerja: Pencegahan dan Penanganan Kecelakaan Kerja

Di kecamatan Airgegas terdapat satu-satunya sekolah Vokasi yaitu SMKN 1 Airgegas.

SMKN Negeri 1 Airgegas berbasis Teknologi dan Rekayasa yang terdiri dari 3 Program Studi yaitu Teknik Otomotif, Teknik Elektronika Industri dan Teknik Desain Komunikasi Visual (Multimedia). Sedangkan Program Studi Teknik Otomotif terbagi 2  kompetensi keahlian yaitu Teknik Sepeda Motor & Teknik Bodi Kendaraan Ringan.

Berdasarkan hal tersebut, orang tua dan anaknya dapat memilih sesuai dengan kompentensi yang diinginkan pada SMKN 1 Airgegas serta ikut mendukung program pemerintah sehingga Kabupaten Bangka selatan menjadi lebih maju pada umumnya.

Dengan harapan para penerus bangsa memiliki keahlian atau skill di bidangnya masing-masing serta siap menjadi bagian dari program tersebut.