Manfaat dan Panduan Puasa yang Aman untuk Pasien Kanker
Kebutuhan nutrisi untuk pasien kanker tersebut bisa terpenuhi selama puasa dengan menerapkan diet kanker . Sebenarnya, aturan makan pada pola makan ini sebenarnya hampir sama seperti pada hari-hari biasa, yakni anjuran mengonsumsi banyak buah, sayur, biji-bijian, kacang-kacangan yang kaya antioksidan.
Bedanya, pasien kanker harus mengakali bagaimana mencukupi kebutuhan nutrisi tersebut hanya pada waktu berbuka hingga berakhirnya sahur. Dalam merencanakan diet ini selama puasa, Anda butuh arahan dari dokter onkologi atau ahli gizi khusus yang menangani kondisi Anda.
Jangan lupa, selama berpuasa pasien kanker dilarang mengonsumsi makanan yang bisa meningkatkan risiko kanker, seperti makanan tinggi gula, tinggi lemak, atau yang disajikan dengan cara dibakar.
2. Cukup minum air
Saat berpuasa, Anda tidak boleh makan dan minum. Itu artinya, kadar air dalam tubuh akan berkurang. Padahal Anda sangat butuh air agar sel-sel dalam tubuh dapat bekerja dengan baik. Jika tubuh kekurangan cairan, Anda bisa mengalami dehidrasi.
Orang yang berpuasa rentan mengalami dehidrasi ringan yang menyebabkan timbulnya kelelahan, sulit konsentrasi, dan sakit kepala. Penting untuk mencegah dehidrasi saat puasa termasuk untuk pasien kanker.
Menurut American Cancer Society, kebanyakan pria dewasa membutuhkan 13 gelas air per hari, sedangkan pada wanita dewasa membutuhkan 9 gelas air per hari. Agar pasien kanker dapat memenuhi asupan cairan, upayakan untuk minum air putih selama berbuka hingga sahur berakhir.
Anda bisa mengakali minum air putih saat berbuka, sebelum dan sesudah salat tarawih, sebelum tidur, dan selama sahur.
4. Cukup tidur
Pasien kanker biasanya sulit tidur, entah karena efek samping pengobatan kanker atau stres menjalani pengobatan. Padahal, jam tidur yang optimal dapat memperkuat sistem kekebalan tubuh pada pasien kanker untuk menghindari penularan penyakit.
Saat berpuasa, waktu tidur mungkin akan berubah dan mungkin saja berkurang. Agar tetap tercukupi, pasien kanker harus tidur lebih awal atau meluangkan waktu untuk tidur sebentar pada siang hari.
3. Hindari memaksakan diri untuk puasa
Puasa Ramadan selama kurang lebih 30 hari, dapat menjadi tantangan besar bagi pasien kanker. Akan tetapi, selama 30 hari itu, pasien kanker tidak boleh memaksakan untuk menyelesaikan puasa hingga akhir.
Bila di tengah puasa pasien merasa tidak sehat atau merasakan munculnya gejala kanker, seperti tubuh lemah dan demam, akan lebih baik ia membatalkan puasanya. Memaksakan diri untuk menjalani puasa, tentu tidak akan memberikan manfaat bagi pasien kanker, malah memberikan pengaruh buruk. Oleh karena itu, pasien kanker harus paham betul bagaimana kondisi tubuhnya. (***)

Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.