Pahami Anak Kita
oleh: Istiya Marwinda, S.I.P, M.H, Ketua Fasilitator Anak Bangka Selatan
Ada banyak sekali keluh kesah anak yang belum bisa kita pahami. Padahal kita semua yang sudah berumur dewasa sudah pasti pernah menginjak usia anak.
Jadi sebenarnya bisa jadi keluh kesah anak zaman now juga pernah dirasakan oleh kita semua. Anak adalah sosok makhluk yang paling aktif dari peradaban setiap tahapan kehidupan manusia.
Sosok yang paling dilindungi, dan paling disenangi. Sejak awal seorang anak lahir orang tua sudah memberi penjagaan yang optimal.
Berkenaan dengan hal tersebut sebenarnya anak adalah mutiara yang tidak bisa digantikan dengan hal apapun lainnya di dunia ini.
Tuhan sudah senantiasa menjadikan titipan yang sebagai keran rezeki bagi para orang tua. Membicarakan tentang anak, ini merupakan pembelajaran yang tidak ada hentinya. Karena anak juga akan terus tumbuh dan berkembang.
Dengan beragam perkembangan kehidupan, kadang kita tidak bisa memilih bagaimana anak tersebut harus sesuai dengan apa yang sudah di cita-citakan orang tua.
Namun, tetap saja kasih sayang itu terus akan mengalir dan di curahkan kepadanya. Jadi bisa kita nyatakan bahwa naluri orang tua terhadap anak itu tidak akan pernah lepas.
Orang tua hanya terus menerus diberi ruang untuk selalu belajar bagaimana memahami seorang anak. Karena gejala dalam kehidupan anak itu kadang bisa semakin rumit jika orang tua tidak sabar.
Akan ada banyak hal baru yang orang tua terima saat menghadapi anak. Tentu saja para orang tua harus memiliki hati dan pikiran yang dingin berkenaan dengan pandang hidup seorang anak.
Ini mungkin salah satu dari pola memahami anak. Dengan memiliki kontekstualisasi dalam memahami anak, ini akan memanimilisir kekeliruan dalam memahami anak. Misalnya pola pikir, pola pandang, dan pola sikap yang lebih dekat dengan anak.
Ada sebuah nasihat yang ungkapannya sebagai berikut: “semakin kita mengenal anak kecil semakin sadar yang dibutuhkan itu ternyata bukan hanya sosok ibu yang cantik parasnya bagus badannya, bukan juga ibu yang terkenal yang dikenal banyak orang . Namun apa yang dibutuhkan? Melainkan seorang ibu yang sederhana, pandai mendidiknya, yang selalu hadir untuknya secara emosional, dan juga yang paling penting adalah yang mendengar keluh kesahnya. Lalu tidak ketinggalan seorang ibu yang menjadi inspirasi baginya.”
Uraian di atas merupakan sebuah ungkapan yang sebetulnya dibutuhkan oleh ribuan juta anak yang lahir di dunia ini. Kesempatan yang mereka dapat untuk dapat lahir di dunia ini bisa jadi bukan atas dasar permintaan seorang anak.
Banyak para orang tua yang meminta anaknya agar lahir di dunia ini. Jika begitu artinya kesiapanlah yang menjadi awal untuk bisa memahami banyak karakter anak.
Jangan sampai orang tua tidak bisa menjadi tempat utama dalam curahan hati seorang anak, melampiaskan segala keluh kesah yang dihadapi.
Pertama-tama, mulai dari pola pikir kita dalam setiap memahami anak, dengan berbagai karakter. Berpikirlah bahwa kita sebagai orang telah menjadi orang tua dari anak istimewa.
Anak itu istimewa karena sudah menjadi mengikat kasih antara orang tua, salah satu jalan rezeki bagi sebuah keluarga dari Tuhan. Pikirkan anak sebagai anugrah yang pantas selalu disayang.

Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.