Oleh: Pak Mo – Penulis yang Tinggal di Sungailiat, Bangka

Kegagalan dalam memimpin sebuah organisasi perangkat daerah (OPD) oleh seorang pejabat pada akhirnya akan melemahkan kinerja. Tugas pokok dan fungsi organisasi menjadi tidak optimal untuk dilaksanakan.

Komunikasi antarpegawai baik segaris lurus ke atas maupun sejajar yang tidak tercipta dengan baik mengakibatkan koordinasi yang terkendala pula satu sama lain. Implikasi yang terjadi adalah ketidak harmonisan dalam jaringan kerja atau team work.

Bayangkan saja apa yang terjadi jika seorang kepala bidang dengan kepala bidang yang lainnya tidak dapat menciptakan komunikasi yang baik satu sama lain sehingga mustahil akan terjadi koordinasi yang baik pula dalam sebuah kerja tim. Akhir dari semua ceritanya adalah lemahnya sebuah kinerja.

Baca Juga  AI Bukan Musuh Penulis

Komunikasi atar sesama tim kerja merupakan kunci utama dalam sebuah organisasi. Apapun bentuknya, baik sebuah perusahaan yang berorientasi kepada keuntungan maupun di jajaran pemerintahan yang akan bermuara pada pelayanan prima yang bisa menyajikan kepuasaan pelayanan kepada publik.

Seorang pemimpin tidak cukup dengan kecerdasan intlektual yang ia miliki, tetapi lebih dari itu bagaimana seorang pemimpin dapat menciptakan sebuah lingkungan kerja secara harmonis dan damai. Lingkungan kerja dan budaya kerja memegang peranan yang sangat strategis demi tercapainya tujuan yang telah ditetapkan.

Di lingkungan pemerintahan sebagaimana di era sekarang ini seorang pejabat tinggi pratama dituntut keberhasilannya dalam mencapai target kinerja yang telah ditetapkan.

Baca Juga  Logo Kementerian Kebudayaan RI Mirip Jambul Nanas?

Kerap terdengar di telinga seorang pejabat diharuskan untuk melakukan penanda tanganan perjajian kinerja yang menjadi tolak ukur dan tanggung jawab yang harus diemban oleh seorang kepala dinas atau badan.

Perjanjian Kinerja merupakan suatu perjanjian antara seorang pejabat dengan pimpinannya. Hal tersebut tidak bisa dianggap sebagai sesuatu hal yang sepele.

Kegagalan merealisasikan suatu target kinerja oleh seorang kepala perangkat daerah merupakan suatu hal yang memalukan. Terlebih lagi ketika keinginan untuk menduduki sebuah jabatan tersebut diperoleh dengan cara-cara yang tidak layak.

Dibutuhkan Penerapan Tiga Karakter

Penerapan tiga karakter bagi seorang pemimpin apakah seorang presiden, gubernur, para bupati dan wali kota, para menteri hingga para kepala perangkat daerah adalah sosok dari seorang yang berkarakter seperti komandan, orang tua dan juga sekaligus sebagai mitra (teman) bagi yang dipimpinnya.

Baca Juga  Antara Loyalitas dan Integritas