Oleh: Ustad Abdussalam Alghozali

 

HIKMAH RAMADHAN, Suatu ketika ada seorang lelaki bertanya kepada Rasulullah saw., ”Jika aku sholat lima waktu, kemudian berpuasa dibulan Ramadhan, menghalalkan yang halal dan mengharamkan yang haram. Lalu aku tidak menambah selain amalan itu. Apakah aku masuk surga? Beliau menjawab, ’Ya’.”

Imam An Nawawi mengatakan mengharamkan yang haram berarti menjauhinya, dan menghalalkan yang halal artinya melakukannya dengan meyakini kehalalannya.

Jika seseorang sudah terbiasa sejak kecil melakukan ibadah-ibadah wajib, seperti sholat, puasa, dan sebagainya. Kemudian diberi kepahaman tentang halal dan haram dalam Islam.

Sejatinya jarak antara dirinya dengan surga sudah sangat dekat. Hanya membutuhkan sebuah keistiqomahan dalam menjalankannya.

Baca Juga  Tiga Produk Bangka Selatan kembali Terima Sertifikat Kekayaan Intelektual Komunal

Nabi pernah bersabda, “Seluruh umatku akan masuk surga, kecuali orang yang enggan.” Beliau ditanya, “Siapakah yang enggan, wahai Rasulullah?” Beliau bersabda, “Orang yang mematuhiku ia akan masuk surga dan orang yang durhaka kepadaku maka ia telah enggan.”  

Kita memang mendapatkan jaminan masuk surga dari Nabi Muhammad, tapi belum ada jaminan selamat dari panasnya api neraka. Bersama Rasul di dalam surga adalah impian semua umatnya, maka jangan sampai aktivitasnya diisi dengan bermaksiat kepada Allah.

Tunaikan sholat, dan berjamaah lebih utama. Berpuasalah di Ramadhan untuk menekan hawa nafsu. Banyak yang beranggapan, ibadah hanya dilakukan sesaat menjelang hari tua.

Sungguh pemahaman yang keliru. Seseorang berkewajiban melaksanakan yang wajib ketika aqil baligh. Semua pahala dan dosa sudah dibebankan kepadanya. Ketika tiba ajal dalam usia berapapun dia sudah siap untuk menghadap Allah.

Baca Juga  Ada Aktivitas Tambang di Kawasan Hutan Lindung Gunung Tagen Toboali, Diduga 4 Unit PC Beroperasi di Sana