Ikan-ikan yang bermain di antara terumbu karang Pulau Kelapan. (Foto TIC)

Berdasarkan data dari Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Bangka Selatan, (2021) jumlah pengunjung yang terus meningkat pada tahun 2017-2019, lalu terjadi pernurunan wisatawan pada tahun 2020 berjumlah 102.834 orang, hal ini dikarenakan event tahunan Toboali City On Fire (TCOF) yang biasanya diadakan 4 tahun terakhir tidak dilanjutkan lagi.

Dan jumlah kunjungan wisatawan sampai dengan akhir tahun 2021 yaitu hanya 129.118 orang, karena adanya pandemi Covid 19, berbagai kebijakan diambil Pemerintah yaitu mulai dari pembatasan tamu berkunjung hingga penutupan destinasi wisata.

Terjadinya penurunan kunjungan wisatawan pada tahun 2020-2021 ini bukan hanya karena adanya kebijakan pembatasan sosial serta pelarangan kunjungan wisatawan, tetapi juga dikarenakan beberapa hambatan yang dihadapi di lokasi objek wisata bahari seperti Pulau Kelapan.

Baca Juga  Juvenile Delinquency sebagai Dampak Teori Labelling Negatif dalam Keilmuan Sosiologi-Kriminologi

Terbatasnya infrastruktur, kurangnya promosi, prasarana dan sarana pendukung yang masih terbatas, sulitnya akses dan transportasi ke lokasi wisata.

Seharusnya sumber daya pariwisata merupakan salah satu bentuk potensi sumber daya yang dapat dikembangkan menjadi satu unit ekonomi melalui kegiatan pariwisata. Selanjutnya kegiatan pariwisata ini, apabila dikelola dan dikembangkan secara profesional, maka akan dapat menciptakan efek pengganda (multiplier effect) dalam perekonomian daerah Nasrullah, F (2023).

Ditetapkannya wisata bahari Pulau Kelapan sebagai salah satu kawasan super prioritas pariwisata andalan atau Key Tourism Area (KTA) di Provinsi Bangka Belitung.

Dengan melihat kekhasan dan keunikan Pulau Kelapan di Kabupaten Bangka Selatan, potensi-potensi wisata bahari yang tersedia seperti keindahan terumbu karang dan tujuh titik kapal karam yang akan menjadi spot unggulan wisata bahari yang dimiliki Kabupaten Bangka Selatan untuk snorkeling dan diving.

Baca Juga  Senja di Akhir Ramadhan

Selain keindahan bawah lautnya, Pulau kelapan ini juga memiliki keindahan alam seperti tumbuhan mangrove yang mengelilingi sepanjang pulau yang sangat potensial untuk dikembangkan menjadi potensi ekowisata bahari.

Dengan memperhatikan kelanjutan pembangunan pariwisata jangka panjang maka potensi ini perlu dikembangkan.

Dilihat secara alamiah kawasan ini memiliki potensi daya tarik bahari yang menjanjikan dan memiliki peluang yang cukup besar untuk dikembangkan. Perlunya perencanaan pengembangan yang tepat sasaran dan dikelola secara optimal untuk dapat mewujudkan pengembangan lebih lanjut.

Yasirah Farhan

Mahasiswa Jurusan Pariwisata Syariah, IAIN SAS Babel