Senja di Akhir Ramadhan
Karya Abrillioga

Pada suatu senja, aku berjalan berdampingan menapaki jalan berkabut menyentuh dingin yang membara di hati mereka
Tiba-tiba aku merasa berjalan bersama orang yang pernah aku kenal, tak pernah dijumpai di masa lalu

Angin sore berdebu, kerikil kecil sepanjang jalan itu seperti mengingatkan masa kecilku di salah satu sudut kota, Toboali
Alunan tembang dambus melayu tetangga
Lewat jam lima

Aku bergumam “Terima kasih atas kerelaan diri ini untuk menjadi bagian dari sebuah perjalanan hidup”
;Barangkali aku tak pernah menduga sebelumnya atau belum pernah mencoba menduga
Isi hatiku sendiri.
Di sepanjang perjalanan ke arah barat, seperti risau itu.

Baca Juga  Sudahkah Kembali Suci