Begitu lama menetap di perkarangan rumah, yang tak terurus (Rumah Tua Dulu, Simpang 5 Toboali )
Ku pikir pada senja itu sudah saatnya untuk menanyakan kembali pada satu persoalan
Yang sudah sejak lama bersembunyi dalam hati
“Jangan kau goda deru napas kami, yang membuat kami berhenti mengalir pada dzikir ini”

Teriak senja serentak tiba-tiba yang membuyarkan pertanyaan ku sedari awal, matahari senja tertahan pada ufuk barat dengan serabut sinarnya membuat mata luluh pada personanya.
“Kami tidak tidur semalaman pada akhir ramadhan ini, menunggu setiap mentari cahaya Lailatul Qodar yang lebih terang dari sinar rembulan bahkan mentari,
Kami telah bersenandung dan bersimpuh pada puncak keyakinan iman yang berupaya mengubah ruh kami sepenuhnnya menjadi insan pilihan-NYA”

Baca Juga  Memati Rasa sebelum Tiba

Aku sungguh tak kuasa menahan air mataku, sahut ku.
Lantas senja berkata
;sungguh, bukan bermaksud untuk mempercepat hari-hari akhir ramadhan ini, aku berjanji padamu untuk tetap menebar dzikir ke alam semesta lewat ramu sinarku ini supaya abadi sehingga kau senantiasa dalam genangan cahaya-Nya.

14 April 2023