Sejarah telah mencatat bahwa Bangka Belitung  tidak bisa dipungkiri memiliki ciri dan karakter tersendiri dari Kampung Tua tersebut. Pembangunan sekarang hendaknya tidak boleh lepas dari nilai-nilai sejarah (historical values) tersebut.

Sebenarnya, jika ini dilandasi dengan sejarah di kampung-kampung tua tersebut maka akan berdampak secara ekonomi bagi daerah tersebut. Nilai Kemelayuan tentunya melekat di kampung-kampung tua tersebut dan tinggal bagaimana peran pemerintah setempat mengangkat historical melayu tersebut menjadi salah satu nilai tambah bagi daerahnya.

Di Bangka Belitung sendiri, kita memiliki potensi tersebut yakni adanya kampung-kampung tua yang tersebar di kabupaten/kota di provinsi ini.

Mengutip hasil kajian Andina dan Aliyah, (2021)  bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi minat wisatawan salah satunya adanya nilai sejarah dan mengandung unsur kebudayaan yang menjadi tarik bagi wisatawan untuk berkunjung.

Baca Juga  Ketua Komisi II DPRD Babel Jadi Narasumber di Sekolah Parlemen UBB

Ini menunjukkan bahwa keberadaan kampung tua bisa menjadi salah satu bagian dari wisata budaya dan wisata sejarah. Untuk itu, diperlukan penataan yang baik dan terstruktur sehingga memiliki imbas bagi perekonomian dan pendapatan daerah. Meminjam istilah generasi milineal dan Gen “Z” yaitu “viral” secara digital tentunya perlu dilakukan.

Tahap awal ini menjadikannya “kampung tua” sebagai daerah yang memiliki keunikan-keunikan tersendiri dan hendaknya itu dapat didengung-dengungkan sehingga menjadi bergaung dan bergema. Tahap ini, pemerintah daerah tentunya dapat melakukan ini sebagai tahap perkenalan bagi publik. Selanjutnya, perlu dilakukan pendalaman sehingga Kampung Tua tersebut dapat terkonsep dengan baik dan sistematis dan memiliki arah pengembangan ke depan.

Baca Juga  Memasuki Minggu Pertama 2024, Pimpinan UBB Lakukan Kunjungan Silaturahmi ke Tiap Fakultas

Mengutip Purnawan Basundoro bahwa sebenarnya ekonomi Indonesia dalam Buku pertama merupakan kumpulan tulisan (makalah) dari First Conference on Indonesia’s Modern Economic History (1815-1990)”, bahwa sebenarnya ekonomi Indonesia banyak membahas ekonomi di sektor Pedesaan.

JIka kita lihat dalam konteks kelokalan,  maka tentunya Pemerintah Daerah khususnya di Bangka Belitung dapat menterjemahkannya ke dalam konsep-konsep pembangunan berbasis masyarakat desa/kampung. Pada daerah-daerah lain di Indonesia, Pembangunan kampung tua sekarang telah banyak dilakukan.

Seperti contoh, yang bercirikan melayu Provinsi Kepulauan Riau telah menata dengan baik kampung-kampung tua tersebut. Tentunya tidak perlu jauh kita belajar dalam menata pembangunan kampung tua di Bangka Belitung. Dalam hal ini, mindset pembangunan harus kita mulai dengan sejarah yang terkandung di dalamnya sehingga dapat memberikan efek pengganda bagi perekonomian. Ingat pesan Bung Karno tentang “Jas Merah”, yakni jangan sekali-kali meninggalkan sejarah,”. Semoga!!

Baca Juga  Pertumbuhan Ekonomi Indonesia di Kuartal II Tertinggi di antara Negara-negara G20

Dr. Darus Altin, SE, MMSI, Dosen Magister Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Bangka Belitung