Langkah yang nyata mesti dilakukan oleh pemerintah agar merdeka berbudaya benar – benar sesuai dengan yang di inginkan.

Merdeka berbudaya berarti pengembangan potensi dan budaya pada wilayahnya mesti dihidupkan oleh pemangku kepentingan dan masyarakat secara keseluruhan.

Kurikulum merdeka dan merdeka berbudaya adalah program pemerintah melalui (Mendikbudristek) yang harus mendapat dukungan dan apresiasi dari berbagai pihak.

Masalahnya pada tingkat implementasi satuan pendidikan ada berbagai hal yaitu kesiapan satuan pendidikan, sosialisasi tenaga pendidik secara keseluruhan, pengawasan penerapan kurikulum, kompetensi tenaga pendidik, referensi, dll.

Sebagai contoh masalah kompetensi tenaga pendidik. Untuk mencapai pendidikan yang akurat dan berkualitas maka tenaga pendidik harus dilakukan pendidikan.

Pendidikan yang dimaksud adalah pendidikan profesi guru dan pelatihan secara berkelanjutan. Pendidikan profesi guru harus terus dilakukan dengan berbagai konsekuensi yang ada.

Pada pendidikan profesi guru masih menyisahkan masalah yaitu terbatasnya kuota yag tersedia. Untuk kouta umumnya pemerintah melalui kementerian menetapkan berdasarkan anggaran yang ada.

Selain itu, jangka waktu uji kompetensi atau tes juga harus lebih rutin dan dibuatkan program simulasi yang bertujuan meningkatkan kompetensi tenaga pendidik tersebut.

Baca Juga  Kamu Punya Kendaraan? Yuk Pahami 3 Unsur dalam Mesin Pembakaran

Maka sangat perlu ada tindakan yang akurat dari kementerian supaya tenaga pendidik dapat mengikuti pendidikan profesi guru.

Masalah lainnya juga pada kesejahteraan tenaga pendidik ASN dan Non-ASN yang berakibat pada aspek ekonomi yang berbeda terkait pembayaran gaji, dll.

Pemerintah melalui kementerian pendidikan, kebudayaan, riset dan teknologi telah melakukan dukungan dengan melakukan rekrutmen berkelanjutan.

Pembuatan aturan atau surat edaran yang harus melibatkan institusi akademik, pakar pendidikan dan para ahli teknologi terkait, sehingga kebermanfaatan benar – benar dirasakan oleh seluruh kalangan tenaga pendidik Non – ASN.

Selain itu sistem seleksi juga harus menyeleksi kompetensi guru dengan berdasarkan standar dunia usaha/ dunia industri atau istilahnya melakukan tes uji kompetensi teknis secara praktikum sesuai kompetensi yang di ampu.

Salah satu cara dengan melibatkan pihak usaha atau industri, tentu dengan berbagai pertimbangan yang diperlukan seperti tenaga pendidik kompetensi kejuruan.

Selain itu, akan lebih baik jika guru yang tidak linear tersebut dapat diarahakan kepada satuan pendidikan yang sesuai dengan kompetensinya agar tidak adanya kesenjangan dan perbedaan hak lainnya.

Baca Juga  Pj Wali Kota Lusje: Merdekakan Guru melalui Merdeka Belajar

Hal tersebut dilakukan untuk memajukan pendidikan yang berkualitas berdasarkan fokus kurikulum merdeka dan keberagaman budaya yang ada.

Merdeka berarti seluruh yang berada dalam satuan pendidikan baik peserta didik ataupun tenaga pendidik harus merdeka secara pembelajaran dan secara kesejahteraan.

Ada banyak solusi yang dapat di terapkan terkait pembelajaran dan budaya, seperti yang sudah dilakukan pada kurikulum merdeka yaitu program P5 ( Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila).

P5 pada kurikulum sebelumnya terasa asing, pada kurikulum merdeka P5 menjadi salah satu projek yang membawa manfaat dan berdampak bagi masyarakat dan lingkungan.

P5 merupakan projek yang mengajarkan peserta didik pada kepedulian, perbedaan pendapat, ideologi pancasila, keharmonisan, perbedaan keberagaman.

Tujuannya adalah menjadikan peserta didik yang bertaqwa, beriman, bernalar kritis, kreatif, mandiri, semangat gotong royong, dll.

Salah satu landasan adanya P5 berdasarkan kriteria Standar Kompetensi Lulusan (SKL) yang merupakan bagian dari komponen standar.

Ada celah – celah masuknya paham-paham yang bertentangan dengan dasar negara dan peraturan perundangan-undangan oleh oknum-oknum tertentu.

Baca Juga  Energi Mahal Picu Inflasi: Rakyat Terhimpit, Bukti Kegagalan Penguasa Mengurus Rakyat

Akan lebih baik jika program p5 di koordinasikan atau terintegrasi dengan pihak – pihak lain seperti TNI, POLRI, dll. tujuannya agar ada pelatihan atau semacam bela negara bagi peserta didik atau guru.

Pada sisi peningkatan kompetensi perlu dilaksanakan berkelanjutan program pelatihan yang di selenggarakan oleh pihak terkait.

Hal tersebut merupakan salah satu solusi untuk menghasilkan SDM yang berahlak mulia dengan pondasi agama dan dasar negara serta budaya.

Dengan demikian, sangat perlu program –  program pendidikan penguatan profil pancasila dan karakter dapat di implementasikan secara menyeluruh, agar tercapai pemerintah wajib dan tanpa henti melakukan sosialisasi, pelatihan tenaga terkait, pengawasan satuan pendidikan serta menerima kritik dan saran dari berbagi pihak yang perlu dan mendukung agar kebermanfaatan kurikulum merdeka dan merdeka budaya dapat dirasakan manfaatnya oleh seluruh warga Negara yang bermuara pada Indonesia yang maju berbasis teknologi, pendidikan, agama dan budaya.

Muchlis Kadafi, S.Tr.T, Tenaga Pendidik di SMKN 1 Airgegas, Kabupaten Bangka Selatan