Lantas, sebuah pensil berseru
; itu bukanlah keinginanku
Aku menulis aksara padamu bukan kuasaku
Aku juga dikendalikan pada nafsu, ego, amarah manusia
Seharusnya kau bertanya pada mereka, bukan padaku
Bukankah, noda hitam pada tubuh putihmu dapat dihapus?

Aku rasa, egomu akan tembang bersama alunan malam yang diiringi suara takbir
Suara kemenangan, bukan hanya dari satu pintu ke pintu lainnya
Namun seluruh dunia
Tidakkah hati mu merasa lunak?

Kembalilah menjadi suci, dengan selembar catatan Fitri
Itu semua bisa dihapus
Dendammu, amarahmu, dengkimu, dan egomu
Jangan membebanimu dengan dosa yang memutuskan silaturhami
Pada selembar catatan fitri ini, mari kita mulai dari awal

:tentang aksara apa yang ingin aku tulis padamu?
Hingga, tak ada penyesalan.
Izinkan aku lebih dulu menuliskan
” Maaf, Selamat Idul Fitri ”
Selepas itu, bebas kau ingin aku menulis apa.

Baca Juga  Sympnoni

21-22 April 2023
Hari Kemenangan Idul Fitri.