dan sesibuk apapun, tidak akan membawanya bertambah jauh dari keluarga
jadi, jangan takut.

Ibu bilang,
Perempuan, jangan hanya jadi Ibu
yang setiap hari sibuk berbicara tentang masa lalu, bosan.

Namun, jadilah Perempuan yang sibuk menatap layar laptop seraya bicara tentang masa depan

di sumur, di dapur dan di kasur
gelar yang lumrahnya disandangkan pada perempuan
paradigma omong kosong apa itu! ujar Ibu.

Ibu bilang,
perempuan, bukan artefak
perempuan butuh berdaya

dan keberdayaan, bukanlah sifat sholehah, yang bisa menular dengan sendirinya
atau, yang diturunkan dari generasi sebelumnya
melainkan harus dibangun dengan pengorbanan.

dan aku, sedang belajar menjadi perempuan itu,
persis seperti yang Ibu bilang.

Baca Juga  Tingkatkan Iman dan Ketaqwaan, SDN 2 Simpang Rimba Gelar Pesantren Kilat

Puisi ini, untuk Ibuku Lilis, wanita terhebat di dunia. Selamat Hari Kartini Ma.
Perempuan berdaya Indonesia maju.

Rori Windrasari Safitri, ASN Pemkab Bangka Selatan yang aktif menulis puisi dan artikel. Ia juga aktif mengirimkan karya-karya puisi di berbagai perlombaan serta antologi buku kumpulan puisi.