●Mentega.
●Keju.
●Yoghurt.
●Es krim.
●Puding.
●Cokelat.
●Krim.
●Susu bubuk.
●Nougat.

Waspadai juga produk-produk yang mengandung kasein atau whey pada kolom bahan bakunya.

Tanda dan gejala alergi susu sapi

Gejala alergi bisa muncul dalam hitungan menit, jam, atau bahkan beberapa hari setelah dikonsumsi. Tingkat keparahan gejalanya pun bisa berbeda pada tiap orang.

Pada bayi, gejala alergi susu sapi bisa muncul bagi yang mendapatkan ASI eksklusif maupun susu formula.

Berikut adalah tanda atau gejala yang muncul pada orang dengan alergi susu sapi.

Gejala ringan

Berikut beberapa gejala ringan yang mungkin muncul.

●Muntah.
●Diare, yang mungkin mengandung darah.
●Sembelit.
●Mengi, sesak napas, atau batuk.
●Ruam kulit yang gatal, merah, dan berkerak.
●benjolan merah pada kulit (urtikaria).
●Pembengkakan pada bibir, lidah, atau tenggorokan.
●Rasa gatal atau kesemutan di sekitar bibir atau mulut.
●Kolik yang berlangsung terus menerus pada bayi.
●Kram perut.
●Hidung meler.
●Mata berair.

Baca Juga  5 Manfaat Air Ketuban Bagi Ibu maupun Janin

Gejala berat

Jenis alergi yang satu ini juga bisa mengakibatkan gejala yang parah atau disebut anafilaksis. Berikut beberapa tanda atau gejalanya.

Lidah atau tenggorokan bengkak atau saluran udara menyempit hingga membuat sulit bernapas.

●Wajah memerah.
●Gatal-gatal.
●Syok dengan penurunan tekanan darah.
●Sulit bicara atau suara serak.
●Pucat dan lemas.
●Pusing atau kolaps.

Bila mengalami gejala berat, sebaiknya segera dapatkan pengobatan medis. Pasalnya, anafilaksis merupakan kondisi yang mengancam jiwa.

Namun, jika Anda ragu dengan gejala yang muncul, konsultasi ke dokter adalah jalan terbaik untuk dapat mengatasi alergi susu sapi.

Siapa pun, baik anak maupun orang dewasa, yang mengalami gejala alergi susu, memiliki risiko mengalami alergi terhadap hal lain.

Baca Juga  5 Bahaya Vape Bagi Kesehatan, Kenali Ancaman Nomor 3

Bahkan bila alergi terjadi pada anak, anak berisiko mengalami asma ketika dewasa nanti.(***)