5 Manfaat Air Ketuban Bagi Ibu maupun Janin
KESEHATAN,TIMELINES.ID- Umumnya, warna air ketuban adalah bening atau kekuningan. Jika warna air ketuban hijau atau cokelat, umumnya dikarenakan cairan amnion telah bercampur dengan feses janin (mekonium).
Kondisi tersebut bisa menandakan adanya masalah pada janin selama dalam kandungan (stres atau hipoksia janin). Normalnya, bayi akan buang air besar (feses) pertama kali setelah lahir.
Apabila bayi menghirup campuran mekonium dan cairan amnion ketika mendekati, selama, atau sesudah kelahiran, hal ini dapat menyebabkan sindrom aspirasi mekonium yang mengakibatkan gangguan pernapasan pada bayi.
Jumlah air ketuban akan meningkat selama masa kehamilan. Pada usia kehamilan 34 minggu, jumlah air ketuban bisa mencapai 800 ml (volume paling banyak) dan akan menurun hingga 600 ml ketika usia kandungan 40 minggu atau mendekati waktu persalinan.
Ketika waktu persalinan semakin dekat, maka kantong ketuban akan pecah dengan sendirinya, kemudian cairan ketuban keluar melalui leher rahim dan vagina karena robekan pada kantong ketuban. Namun, kantong tersebut bisa saja tidak kunjung pecah meski sudah waktunya persalinan, sehingga dokter perlu menggunakan teknik amniotomi untuk memecahkannya.
Fungsi Air Ketuban selama Kehamilan
Fungsi utama air ketuban adalah melindungi bayi selama berada di dalam kandungan. Namun, jika dilihat lebih spesifik, beberapa fungsi air ketuban adalah sebagai berikut:
1. Memberikan Janin Ruang Gerak
Cairan ketuban memberikan ruang gerak bagi janin. Apabila janin aktif bergerak di dalam kandungan, maka hal itu menandakan bahwa ia mendapatkan cukup oksigen dan nutrisi.
2. Menunjang Perkembangan Tulang dan Otot Janin
Fungsi utama air ketuban adalah menunjang perkembangan janin. Cairan ini memberikan ruang gerak bagi janin, di mana pergerakan janin dalam kandungan dapat membantu meningkatkan kekuatan otot dan tulangnya.

Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.