Buah kurma juga dapat membantu meningkatkan kadar hormon prolaktin yang dibutuhkan untuk memperlancar ASI ibu menyusui.

Sebuah penelitian dalam Journal of Pediatric Sciences di tahun 2014 juga mendukung hal ini.

Namun, menurut penelitian tersebut buah kurma bisa lebih efektif untuk mengoptimalkan jumlah ASI bila dikonsumsi bersama herbal fenugreek.

Masih sejalan dengan penelitian tersebut, penelitian lain yang dilakukan di kota Semarang melaporkan manfaat baik jika ibu menyusui minum sari buah kurma untuk memperlancar ASI.

Selain sebagai penambah ASI, penelitian yang dimuat dalam HEARTY Jurnal Kesehatan Masyarakat ini menemukan bahwa sari kurma bisa menambah berat badan bayi.

Selain untuk bayi, sari buah kurma yang diminum ibu selama menyusui juga dapat membantu untuk memenuhi kebutuhan energi dan protein harian.

Hal ini dikarenakan buah kurma dipenuhi oleh segudang zat gizi untuk ibu menyusui. Dalam 100 gr buah kurma mengandung 277 kalori energi, dan 75 gr karbohidrat untuk ibu menyusui.

Bahkan, masih ada 2 gr protein serta berbagai mineral dan vitamin yang baik untuk ibu menyusui.

Baca Juga  7 Manfaat Senam Hamil Untuk Kesehatan, Jangan Malas yah

Perlukah ibu menyusui minum susu tambahan?

Susu mengandung banyak sekali nutrisi yang dibutuhkan tubuh. Ya, susu dapat menyumbang kalori tambahan, sehingga ibu menyusui dapat mencukupi kebutuhan kalorinya.

Itu sebabnya, ibu menyusui disarankan untuk minum susu bila asupan hariannya belum mampu mencukupi kebutuhan nutrisinya.

Dalam segelas susu, Anda bisa mendapatkan protein, lemak, kalsium, yodium, zat besi, seng, fosfor, vitamin A, vitamin B, vitamin C, vitamin D, vitamin E, asam folat, dan masih banyak lagi.

Namun, tidak semua ibu memerlukan susu menyusui karena susu bukan minuman wajib untuk ibu.

Susu hanya membantu ibu dalam mencukupi kebutuhan nutrisinya saat menyusui.

Jika nutrisi ibu sudah bisa terpenuhi dari makanan sehari-hari yang ibu konsumsi, ibu menyusui tidak memerlukan susu.

Di sisi lain, Anda perlu berhati-hati juga saat minum susu ibu menyusui. Biasanya, susu ibu menyusui diolah dari susu sapi, susu kacang kedelai, dan susu kacang almond.

Baca Juga  Cara Menghilangkan Keputihan secara Alami

Meski tidak meminumnya secara langsung, bayi yang punya alergi dengan protein di dalam susu sapi bisa mengalami gejala alergi bila ibu minum susu sapi saat menyusui.

Ketika bayi alergi susu sapi, sistem kekebalan tubuhnya akan bereaksi secara berlebihan terhadap protein di dalam susu sapi.

Jadi, setiap kali protein susu sapi tersebut masuk ke dalam tubuh bayi dianggap sebagai zat asing yang berbahaya.

Alhasil, bayi mengalami reaksi alergi akibat protein di dalam susu sapi tersebut.

Jika hal ini yang Anda dan si kecil alami, segera konsultasikan lebih lanjut dengan dokter.

Dokter biasanya menyarankan Anda untuk mengganti susu sapi dengan asupan maupun susu jenis lainnya.

Bolehkah ibu menyusui makan makanan pedas?

Bawang putih, cabai, jinten, bumbu kari, dan paprika merah merupakan beberapa jenis rempah makanan dengan cita rasa khas, yakni pedas.

Bagi Anda pecinta makanan pedas, menyusui bukanlah halangan untuk menghindari makanan dengan rasa pedas.

Baca Juga  4 Langkah Mudah Terhindar dari Bau Badan Anak

Pasalnya, beberapa bayi tidak mengalami masalah karena menyusu dari ibu yang makan pedas.

Bahkan, beragam rasa makanan yang dimakan ibu selama menyusui dapat membuat bayi mudah menyukai aneka makanan saat dewasa.

Makanan pedas menjadi pantangan bagi ibu menyusui ketika bayi terlihat tidak nyaman atau mengalami gejala kurang mengenakkan.

Diare, perut kembung, perut penuh dengan gas, dan lainnya merupakan efek akibat ibu makan makanan yang menjadi pantangan saat menyusui.

Jika gejala tersebut dialami oleh si kecil, tandanya ibu harus mengurangi atau menghindari pantangan makan makanan pedas selama menyusui.

Hal ini bertujuan agar cita rasa makanan pedas tidak memengaruhi rasa alami ASI.

Hal ini berlaku khususnya bagi bayi dengan sistem pencernaan yang lemah dan belum bisa menerima kandungan rempah dan rasa pedas.

Jika Anda tetap makan makanan pedas, hal ini bisa menyebabkan bayi mengalami kembung, diare, dan masalah pencernaan lainnya karena ibu makan makanan yang menjadi pantangan saat menyusui.(***)