Masalah kesehatan jantung juga bisa muncul saat baru lahir. Kondisi ini disebut sebagai penyakit jantung kongenital, yaitu masalah kesehatan yang dapat mencegah jantung untuk memompa darah kaya oksigen ke seluruh tubuh.

Masalah jantung ini biasanya terjadi pada otot jantung, atau pada katup yang meregulasi aliran darah dari bilik jantung dan pembuluh darah yang terdapat di jantung. Sebenarnya, kondisi ini bisa beraneka ragam, mulai dari yang tidak membutuhkan perawatan karena tergolong ringan hingga yang serius dan memerlukan penanganan karena dapat membahayakan nyawa bayi.

Abnormalitas atau ketidaknormalan pada jantung ini menyebabkan bagian jantung yang tidak mengalami kerusakan harus bekerja lebih keras dalam memompa darah. Kondisi ini menjadi salah satu kemungkinan penyebab gagal jantung.

7. Miokarditis

Salah satu komplikasi dari miokarditis adalah gagal jantung. Tak heran jika kondisi ini juga bisa menjadi penyebab terjadinya gagal jantung. Miokarditis sendiri adalah peradangan yang terjadi pada otot jantung. Seringnya, kondisi ini terjadi akibat adanya virus, termasuk virus COVID-19.

Jika miokarditis yang dialami sudah semakin parah, kondisi tersebut bisa menyebabkan kerusakan pada otot jantung, sehingga jantung tidak dapat memompa darah secara efektif. Maka itu, kondisi ini bisa menyebabkan gagal jantung kiri, baik gagal jantung sistolik maupun gagal jantung diastolik.

Baca Juga  7 Manfaat Senam Hamil Untuk Kesehatan, Jangan Malas yah

Untuk mengatasi gagal jantung akibat miokarditis tidak bisa hanya dengan obat gagal jantung saja, tapi dokter mungkin akan menyarankan pemasangan ventricullar assist devices atau operasi transplantasi jantung.

8. Aritmia (gangguan ritme jantung)

Aritmia atau gangguan ritme jantung juga dapat menjadi salah satu penyebab gagal jantung. Pasalnya, saat mengalami kondisi ini, jantung Anda mungkin akan berdetak sangat kencang, sehingga jantung terpaksa harus bekerja lebih keras.

Namun, tidak hanya saat jantung berdetak terlalu keras saja, melainkan saat jantung juga berdetak terlalu lambat, kondisi ini dapat menyebabkan gagal jantung.

9. Diabetes

Gagal jantung juga dapat disebabkan oleh diabetes. Semakin tinggi kadar gula darah yang bersirkulasi di dalam aliran darah, semakin besar kemungkinannya untuk merusak pembuluh darah arteri yang menyuplai darah ke otot jantung.

Bahkan, kadar gula darah yang terlalu tinggi juga dapat merusak otot jantung tersebut secara langsung. Selain itu, kerusakan yang terjadi pada pembuluh darah arteri juga membuatnya semakin rentan terhadap penumpukan kolesterol yang membentuk plak di dalam arteri.

Plak-plak ini dapat menyebabkan pembuluh darah arteri menyempit dan menghambat aliran darah kaya oksigen menuju jantung. Kondisi inilah yang dapat menyebabkan serangan jantung. Padalah, serangan jantung juga salah satu penyebab lain dari gagal jantung.

Baca Juga  8 Manfaat Kesehatan dari Beras Hitam, Bantu Lancarkan Pencernaan

Pasalnya, saat terjadi serangan jantung, aliran darah menuju jantung terhambat dan memaksa otot jantung untuk bekerja lebih keras. Di sisi lain, penderita diabetes atau orang dengan kadar gula darah yang terlalu tinggi rentan terhadap masalah kesehatan lain seperti tekanan darah tinggi dan aterosklerosis. Kedua kondisi ini juga penyebab dari gagal jantung.

10. Gangguan tiroid

Gangguan tiroid terbagi atas dua, yaitu hipotiroidisme atau kondisi tubuh saat kekurangan hormon tiroid dan hipertiroidisme, yaitu saat tubuh kelebihan hormon tiroid. Kedua kondisi tersebut dapat menjadi penyebab gagal jantung. Mengapa?

Hipotiroidisme dapat memberikan dampak pada kondisi jantung dan sistem sirkulasi darah. Kurangnya hormon tiroid di dalam tubuh dapat menurunkan kecepatan detak jantung hingga di bawah rata-rata. Selain itu, kondisi ini juga menyebabkan pembuluh arteri menjadi lebih kaku, sehingga menyebabkan tekanan darah meningkat demi membantu darah tetap memiliki sirkulasi yang baik di dalam tubuh.

Kondisi ini juga dapat meningkatkan kadar kolesterol dalam darah, yang berpotensi mempersempit pembuluh arteri. Padahal, saat pembuluh arteri menyempit, Anda dapat mengalami penyakit jantung koroner atau serangan jantung. Keduanya termasuk penyebab dari gagal jantung.

Baca Juga  5 Jenis Senam Untuk Perut Langsing, Nomor 2 Wajib Kamu Coba

Sementara itu, hipertiroidisme menyebabkan jantung berdetak lebih kencang dan berpotensi memicu kondisi kesehatan lain, misalnya aritmia. Salah satu jenis aritmia yang mungkin terjadi adalah atrial fibrillation, yaitu kondisi yang dapat menyebabkan ritme yang kacau pada bilik atas jantung.

Saat mengalami hipertiroidisme, pasien juga dapat mengalami tekanan darah tinggi. Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, tekanan darah tinggi juga merupakan penyebab gagal jantung. Jadi dapat disimpulkan bahwa baik saat tubuh kekurangan maupun kelebihan hormon tiroid, kondisi tersebut meningkatkan potensi Anda mengalami gagal jantung.

11. Pengobatan kanker

Kanker mungkin tidak serta merta menjadi penyebab gagal jantung, tapi pengobatan kanker mungkin menjadi salah satunya. Pengobatan kanker yang dimaksud adalah kemoterapi dan radiasi. Penggunaan dari beberapa obat-obatan kemoterapi memiliki pengaruh buruk terhadap jantung, misalnya meracuni jantung.

Sementara itu, radiasi yang dilakukan di area jantung juga dapat merusak otot jantung dan pembuluh arteri di sekitarnya. Maka itu, saat menjalani kemoterapi, tak ada salahnya untuk meminta dokter melakukan pemeriksaan menggunakan ekokardiogram untuk melihat apakah ada kerusakan pada jantung maupun pembuluh arteri.(***)