BANGKA BELITUNG TIMELINES.ID — Maraknya pemberitaan tentang aksi kekerasan yang dialami wartawan di beberapa tempat akhir akhir ini ramai diperbincangkan.

Ketua PWI Bangka, Zuesty Novianti kerap mendapatkan konsultasi dari beberapa pihak yang mengaku merasa dirugikan dari sisi pemberitaan yang dipublis oleh sejumlah media online.

Wanita yang biasa disapa Eztie ini mengatakan dalam melihat sebuah permasalahan tidak dapat ditarik kesimpulan dari satu pihak saja. Ketika terjadi pertikaian atau permasalahan di lapangan tentunya yang dicari terlebih dahulu adalah faktor penyebabnya.

“Sudah banyak yang mengadu atau sekadar bertanya ke PWI Bangka atas praktik – praktik yang dilakukan oleh sejumlah orang yang mengaku berprofesi sebagai wartawan. Mulai dari pemberitaan uang paguyuban di sekolah, aksi meresahkan pemberitaan yang dialami salah satu rumah sakit di Kabupaten Bangka, sampai permasalahan pertambangan yang paling mendominasi terjadi di Kabupaten Bangka. Jadi kami akan melihat terlebih dahulu penyebab awalnya sampai para narsumber ini mengeluh, ada apa?” tanya Eztie.

Baca Juga  Drama Parodi KPS Angkat Tema Rakyat Masih Bergantung dengan Timah

Kata Eztie dari hasil penelusuran penyebab keresahan masyarakat dan para narsumber ini terjadi dengan adanya pemberitaan sepihak dan menyimpang dari praktik kode etik jurnalistik. Sehingga narasumber merasa disudutkan dengan pemberitaan miring.

“Masih banyak praktik praktik tugas wartawan ini disebabkan penyimpangan kode etik jurnalistik. Mereka (oknum wartawan-red) membuat berita tidak objektif dan tidak berimbang sehingga kesannya menyudutkan satu sisi. Ada lagi aksi pemelintiran narasi dengan konfirmasi yang tidak tepat. Misalnya konfirmasinya lain berita yang ditayangkan berbeda dengan isi konfirmasi. Ada lagi praktik praktik penyimpangan lainnya yang tidak masuk dalam kode etik jurnalistik seperti melakukan sidak ke penambang hingga menakut nakuti penambang dengan bargaining sebuah berita. Jadi ini tidak masuk dalam tugas dan fungsi jurnalis apabila kita mengacu pada kode etik jurnalistik,” jelas Eztie.

Baca Juga  Gelar Lomba Menulis Berita, PWI Bangka Siapkan Bonus Untuk 5 Karya Jurnalistik Terbaik

Dalam menjalankan kode etik jurnalistik, Kata Eztie seorang wartawan harus mengacu dalam poin poin aturan.

Berita yang disajikan harus benar benar layak dan sehat untuk dikonsumsi pembaca tanpa ada penggiringan opini dalam sebuah  permasalahan dan harus objektif.