Penolakan PIP di Laut Rias Berlanjut, Petani dan Warga Mempunai Ikut Menunggu di Tepi Pantai
BANGKA BELITUNG, TIMELINES.ID — Aksi damai nelayan Toboali menolak keberadaan PIP mitra PT Timah di perairan laut Desa Rias terus berlanjut.
Sabtu pagi, puluhan nelayan Toboali menggelar aksi damai dengan mengelilingi PIP di perairan laut Desa Rias.
Aksi ini dilakukan nelayan hingga malam. Ketua Nelayan Batu Perahu Joni Zuhri dalam rekaman video menyebutkan para nelayan menggunakan 35 perahu yang merupakan gabungan nelayan dari Tanjung Ketapang, Batu Perahu, Merbau, Masyarakat Rias, Gusung, Bukit Anda, Batu Ampar serta Dusun Mempunai Toboali.
Joni berharap pemerintah pusat dapat turun menyelesaikan persoalan penambangan laut ini. “Jika kemarin PIP ada 2 unit, sekarang terpantau sudah ada 6 unit,” kata Joni.
Dalam video lainnya, masyarakat Desa Rias dan Dusun Mempunai juga ikut menunggu aksi damai yang dilakukan para nelayan di Laut Desa Rias.

Masyarakat dan nelayan Desa Rias dan Mempunai menunggu di tepi pantai memberikan dukungan terhadap aksi damai yang dilakukan nelayan Toboali.
“Nelayan Desa Rias dan mempunai bersatu menolak aktivitas PIP laut Rias,” ujar warga dalam video tersebut.
Sebelumnya, Kepolisian Resort (Polres) Bangka Selatan telah menerima laporan dugaan pengrusakan peralatan ponton isap produksi (PIP) mitra PT Timah Tbk di perairan laut Rias, Kecamatan Toboali, Kabupaten Bangka Selatan (Basel).
Kapolres Basel AKBP Toni Sarjaka dalam konferensi pers nya mengatakan, bahwa pada Jumat (26/5/2023) telah terjadi dugaan perusakan PIP di sekitar perairan laut Rias.
Sehingga atas kejadian tersebut korban atau pemilik ponton melaporkan kejadian perusakan tersebut ke Polres Bangka Selatan
“Dalam laporan tersebut, pihak pelapor menyatakan bahwa ponton mereka yang berada di perairan laut Rias itu telah terjadi kerusakan, menurut keterangan pelapor ada beberapa alat yang rusak sehingga pelaporan melaporkan perihal tersebut ke Kepolisian,” kata Toni Sarjaka, Sabtu (27/5/2023)

Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.