Menunda Kehancuran Bumi, Refleksi Hari Lingkungan Hidup Sedunia
Surat di atas bermakna, aktifitas manusia yang berorientasi pemanfaatan sumber daya alam baik di Bumi dan laut menyebabkan keruskan terhadap keduanya.
Ayat di atas juga menunjukan, walau keseimbangan Bumi terganggu, Bumi tidak hancur, tetapi sebagian kita yang akan terkena dampaknya.
Kenapa Bumi tidak hancur, tetapi sebagian kita yang terkena dampaknya?
Bumi adalah keseimbangan yang dipelihara oleh Allah SWT.
Allah SWT memelihara bumi dengan menjadikan siklus global yang telah bertahan selama 4,54 milyar tahun dan belum memiliki tanda-tanda kehancuran.
Tetapi sedang dalam proses mencari titik keseimbangan akibat aktivitas manusia, sehingga Allah telah menentukanya kehancuranya.
Tetapi bagaimana dengan manusia?
Manusia adalah mahluk yang tidak mudah dalam beradaptasi.
Manusia sangat rentan dengan sedikit perubahan yang terjadi pada lingkungan tempat tinggalnya.
Bahkan ketika manusia berada di suhu dingin atau suhu panas yang ekstrem dapat mengganggu sel kehidupanya.
Lalu bagaimana nasib anak cucu kita, jika kita tidak menyadari kesalahan yang kita lakukan?
Kesalahan yang akan membuat lingkungan hidup kita menjadi tidak layak untuk kita tinggali dan kita huni.
Oleh karena itu Allah SWT berfirman dalam surat Aruum Ayat 41 tersebut, supaya Allah merasakan kepada mereka sebagian dari akibat perbuatan mereka, agar mereka kembali ke jalan yang benar.
Hal tersebut merupakan bentuk peringatan bagi kita untuk segera memperbaiki sikap kita terhadap bumi dan lingkungan alam kita.
Manusia telah mengekploitasi alam secara habis-habisan dan menimbulkan luka menganga di daratan dan lautan.
Terlebih ketika manusia berhasil menemukan tenaga fosil.
Cepat dan cepat keruskan Bumi semakin tampak, akibat dari penggunaan energi yang tidak terkontrol.
Atmosfer Bumi yang telah bersih dari karbondioksida kembali tercemar.
Hal tersebut dikarenakan pemakaian energi fosil secara besar-besaran.
Mulai dari kegiatan industri skala mikro hingga makro dan alat transportasi.
Atmosfer Bumi tidak hanya tercemar oleh karbondioksida namun gas-gas yang merusak sifat atmosfer, seperti CFC dan metana.
Kondisi tersebut diperparah dengan perusakan dan pembakaran hutan, sehingga merusak fungsi hutan sebagai penyerap karbon dan penerus kehidupan.
Jika atmosfer Bumi terganggu maka fungsi langit sebagai tempat hujan juga terganggu dan tanah sebagai tempat tumbuhnya pepohonan akan terganggu sehingga mengakibatkan kualitas air menurun.
Tiga elemen tersebut adalah kunci keseimbangan bumi.
Lalu bagaimana kita mencegah bencana tersebut?
Apa hal yang harus dilakukan untuk meneruskan nafas kehidupan bagi anak cucu kita?
Beberapa tahun terakhir dunia merespon isu kerusakan lingkungan dengan menggelar beberapa pertemuan yang membahas tentang masalah lingkungan.
Poin-poin tersebut mengacu pada perubahan teknologi fosil menjadi teknologi baru terbarukan atau teknologi ramah lingkungan.
Kegiatan pelestarian lingkungan dapat dilakukan oleh tiga elemen, yaitu pemerintah, swasta atau industri, dan lingkungan pendidikan/masyarakat.
Kegiatan pemerintah meliputi lima langkah utama.
Pertama, mengubah orientasi peggunaan energi fosil dalam pemanfaatan energi menjadi energi baru terbarukan.
Hal tersebut dapat dilakukan dengan memanfaatkan kondisi geografis Indonesia yang kaya akan sumber daya alam, seperti tenaga matahari, panas bumi, angin, air, dan kelautan.
Energi baru terbarukan tersebut dapat mengganti energi konvensional atau fosil sehingga dapat mengurangi kerusakan lingkungan.
Kedua, membuat regulasi tentang pemanfaatan hutan dan kekayaan hayati. Hal tersebut dilakukan untuk meningkatkan upaya pengurangan emisi karbon dan gas yang ada di atmosfer.
Regulasi juga mencegah penebangan hutan secara liar dan memberi ruang dalam kegiatan penghijauan atau reboisasi di hutan yang telah rusak, sehingga dapat memperbaiki kualitas lingkungan.
Ketiga, manejemen transportasi. Hal tersebut dilakukan karena transportasi merupakan penghasil emisi karbon yang paling potensial, sehingga perlu ditekan dengan pengadaan alat transportasi masal yang aman, nyaman, dan ekonomis.
Transportasi masal diharapkan dapat menekan penggunaan mobil pribadi dan pemakaian kendaraan bermotor, sehingga dapat mengurangi emisi karbon dan menciptakan lingkungan yang bersih.
Keempat, menejemen sampah. Sampah merupakan sumber gas metana yang berpotensi merusak atmosfer Bumi, sehingga menejemen sampah perlu dilakukan.
Manejemen sampah dapat dilakukan pemerintah dengan memanfaatkan sampah menjadi Pembangkit Listrik Tenaga Sampah.
Menejemen sampah juga dapat dimulai sejak hulu, yaitu dengan memilah sampah serta guna ulang sampah sehingga menekan jumlah sampah yang dibuang ke TPA.
Kelima, menekan penggunaan plastik baik dalam kegiatan skala industri, rumahan, atau individu dengan menguatkan prinspin 3R (Recycle, Reduce, dan Reuse) dan sadar penggunaan plastik yang tidak berlebih.
Kegiatan swasta atau industri, dapat dilakukan dengan pemanfaatan secara efisien bahan bakar dan bahan baku ramah lingkungan dengan emisi karbon sedikit.
Kegiatan di dunia pendidikan dapat dilakukan dengan menyosialisasikan isu lingkungan kepada siswa dan praktek langsung dalam menanam pohon sehingga dapat memberikan dampak positif dalam menciptakan lingkungan yang baik.
Kita sebagai khalifah di muka bumi memiliki tugas untuk menjaga keharmonisan aktifitas kita terhadap alam.
Hal tersebut juga memberikan singal kuat akan nafas kehidupan bagi anak cucu kita, karena memberikan dampak positif bagi kelestarian alam dan keseimbangan Bumi untuk menunda kehancuran Bumi yang kita tinggali.
Agustian Deny Ardiansyah, SPd, Pengajar di SMPN 2 Lepar, Penulis, Pegiat Literasi Bangka Selatan.

Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.