Taber Kampung
Oleh: Meilanto
BUDAYA, TIMELINES.ID — Tradisi Taber Kampung yang menjadi pembahasan dalam tulisan ini adalah Taber Kampung yang ada di Desa Namang.
Pada saat Perang Bangka II tahun 1848-1851, pemukiman penduduk masih tersebar di beberapa kawasan sebelah selatan Namang saat ini.
Kawasan-kawasan tersebut di antaranya Air Pacir, Mengkudu, Pelempang, Mengkanau, Kayu Besi, Kalong, Senting, Batu Sabar, Batu Pute, Air Duren dan Gerunggang.
Dua nama tempat terakhir menjadi cikal bakal Desa Belilik.
Setiap kawasan tersebut terdiri dari beberapa bubung pondok warga.
Mereka bercocok tanam sambil berume. Menurut para tetua kampung, pada mulanya kegiatan Taber Kampung dipimpin Abok Pate.
Beliau adalah tokoh agama yang mengajar ilmu agama Islam kepada warga.
Dari satu kawasan ke kawasan lain, Abok Pate tidak mengeluh.
Tradisi Taber Kampung yang dipimpinnya bermula dengan mengambil air di salah satu sungai.
Kemudian air tersebut dimasukkan ke dalam cerek dan didoakannya.
Sementara itu warga lainnya ikut mengaminkan doa yang Abok Pate pimpin. Taber Kampung dilakukan dengan memercikkan (menaber) air yang telah didoakan ke pondok-pondok warga.
Setiap empat sudut pondok jangan sampai terlewati. Memercikkan air harus menggunakan daun kremuse (krenuse).
Setelah taber kampung, kegiatan selanjutnya adalah makan bersama disuatu pondok warga. Makan bersama tersebut para warga membawa makanan dengan dulang (nganggung).

Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.