●kebingungan, resah, dan gelisah,
●sikap agresif dan hiperaktif,
●kejang dan kelumpuhan otot,
●pernapasan yang menjadi lebih cepat,
●kesulitan bernapas,
●keluarnya lebih banyak air liur,
●rasa takut dengan air (hydrophobia) dan cahaya (photophobia),
●kesulitan menelan,
●halusinasi,
●mimpi buruk atau insomnia, dan
●ereksi berkepanjangan pada pria (priapismus).

Pada beberapa kasus, gejala lanjutan penyakit infeksi ini bisa berkembang secara perlahan sampai akhirnya menyebabkan kelumpuhan.

Kelumpuhan awalnya terjadi pada bagian tubuh yang terluka, kemudian menyebar ke bagian tubuh lain di sekitarnya. Kondisi ini dikenal juga dengan rabies paralitik.

Tipe infeksi rabies pada manusia

●Rabies agresif (furious rabies): jenis rabies paling umum yang ditandai dengan sikap agresif, kebingungan, halusinasi tiba-tiba, dan ketakutan terhadap air.
●Rabies paralitik (paralytic rabies): kurang umum daripada rabies agresif, ditandai dengan kelumpuhan yang berawal dari bekas luka gigitan.

Baca Juga  Kenali Penyakit Pembengkakan Jantung, Bisa Sembuh Apa Tidak?

4. Koma dan kematian

Setelah gejala lanjutan muncul, penyakit rabies biasanya sudah tergolong fatal. Gejala rabies paralitik bahkan dapat menyebabkan pasien mengalami koma.

Studi kasus dalam Journal of Medical Case Reports (2021) juga menjelaskan mengenai kasus rabies agresif yang berkembang cepat dan membuat pasien kehilangan kesadaran.

Sayangnya, koma akibat rabies seringkali berujung pada kematian hanya dalam hitungan jam, kecuali pasien terhubung dengan alat bantu pernapasan (ventilator).

Kematian biasanya terjadi dari hari ke-4 hingga hari ke-7 setelah koma mulai berlangsung.

Tertular virus rabies, kapan harus ke dokter?

Jika Anda melakukan kontak dengan hewan yang menunjukkan ciri-ciri rabies, terlebih sampai tergigit, segeralah cari pertolongan medis. Jangan menunda sampai gejala muncul.

Baca Juga  Jangan Tinggalkan Sarapan Pagi Kamu, Ini Alasannya

Pengobatan rabies tergantung cara penularan virusnya. Pada kasus gigitan yang menimbulkan luka, dokter akan melakukan prosedur post-exposure prophylaxis (PEP).

PEP terdiri dari pengobatan luka, penyuntikan vaksin rabies, atau pemberian globulin imun untuk mencegah penyebaran infeksi ke otak.

Gejala rabies pada manusia berkembang secara bertahap. Apabila gejala telah menunjukkan gangguan neurologis, penyakit infeksi ini bisa berakibat fatal. Namun, bahaya rabies ini bisa dicegah dengan pengobatan yang dilakukan sesegera mungkin.

Kesimpulan

●Rabies adalah penyakit infeksi virus yang dapat menyerang sistem saraf manusia dan umumnya ditularkan melalui gigitan hewan terinfeksi, terutama anjing.
●Gejala rabies pada manusia berkembang secara bertahap, dimulai dengan gejala awal yang mirip flu, lalu berkembang menjadi gangguan neurologis yang parah.
●Meski bisa berakibat fatal, pasien tetap berpeluang sembuh asal diobati sesegera mungkin setelah terpapar virus rabies.(***)

Baca Juga  6 Ciri-Ciri Wajah yang Terkena Merkuri, Yuk Segera Cek