Jadi, kalau kamu tidak suka pepaya, coba pertimbangkan lagi manfaat buah yang mengandung vitamin D berkat magnesium di dalamnya ini. Nah, agar aromanya tersamarkan, kamu bisa mengolahnya menjadi kudapan lezat, seperti puding pepaya atau es buah pepaya.

4. Jambu biji

Di balik segarnya buah jambu biji, tersimpan magnesium yang cukup tinggi. Bayangkan, dalam 2 buah jambu biji atau sekitar 100 gram terkandung 22 mg magnesium.

Makanya, tak mengherankan jika buah ini disebut-sebut dapat meningkatkan daya tahan tubuh. Selain kandungan magnesium yang akan mengaktifkan vitamin D, jambu biji juga kaya akan vitamin C yang membuat tubuh nggak gampang sakit.

Kamu bisa mengonsumsi buah jambu biji secara langsung atau mengolahnya menjadi jus, smoothies, serta campuran roti dan kukis.

Baca Juga  Gak Mau Kegiatan Terganggu Siklus Menstruasi, Cek Kalender Masa Subur Kamu Untuk Lima Manfaat Ini

5. Jeruk

Jeruk bisa dikatakan sebagai buah yang mengandung vitamin D jika sudah diolah menjadi jus. Itu pun bukan sembarang jus jeruk, ya. Kamu hanya bisa mendapat asupan vitamin D dari jus jeruk yang sudah terfortifikasi vitamin D. Jus jeruk dalam kemasan ini menyediakan sekitar 100IU vitamin D per satu gelasnya.

Semua buah yang mengandung vitamin D ini manfaatnya akan maksimal jika kamu mendapatkan paparan sinar UV dari matahari yang cukup setiap harinya. Ingat, meski banyak sumber vitamin D, baik dari makanan maupun suplemen, sinar matahari tetap menjadi sumber vitamin D terbaik bagi tubuh.

Kamu hanya perlu berjemur selama 8–15 menit setiap harinya agar tubuh bisa memproduksi vitamin D yang cukup. Hal ini tentu tidak sulit, mengingat Indonesia terletak di garis khatulistiwa, di mana matahari bersinar hampir sepanjang tahun.

Baca Juga  8 Manfaat Strawberry bagi Kesehatan yang Jarang Diketahui

Selain berjemur dan menyantap buah yang mengandung vitamin D, kamu juga bisa mengonsumsi suplemen vitamin D untuk memenuhi kebutuhan vitamin harian. Namun, perlu diingat, selalu konsultasikan ke dokter sebelum mengonsumsi suplemen vitamin D untuk menyesuaikan dosisnya dengan kondisimu.

Hal ini bukan tanpa alasan, ya. Soalnya, terlalu banyak mengonsumsi suplemen vitamin D juga tidak baik untuk kesehatan tubuh, bahkan dapat menyebabkan hiperkalsemia.(***)