Sebuah studi dari Nutrition tahun 2017 melaporkan konsumsi cokelat hitam selama 15 hari bisa meningkatkan kolesterol baik (HDL) pada pasien HIV.

Cokelat mengandung polifenol dan teobromin yang bisa meningkatkan kadar kolesterol lipoprotein densitas tinggi (HDL) atau kolesterol baik.

Manfaat cokelat ini bisa menekan berbagai penyakit kronis yang disebabkan kadar kolesterol tinggi seperti jantung koroner dan stroke.

Meski begitu, Anda yang memiliki kolesterol tinggi tetap harus mengurangi makanan tinggi lemak. Konsultasikan dengan dokter sebelum mengonsumsi cokelat untuk menurunkan kolesterol.

6. Memperbaiki mood

Cokelat dapat membantu meredakan depresi dan menjaga suasana hati agar lebih stabil. Manfaat cokelat yang satu ini berasal dari kandungan teobromin, katekin, epikatekin, dan prosianidin.

Senyawa tersebut mampu meningkatkan plasma HVA dan mengaktifkan dopamin. Dopamin sendiri adalah senyawa kimia otak yang memicu rasa senang. Selain itu, cokelat yang mengandung senyawa polifenol juga terbukti meningkatkan ketenangan dan rasa puas.

Baca Juga  Tak Peduli Badan Kurus Ini Faktor Terjadinya Diabetes

7. Mengendalikan kadar gula darah

Makan cokelat ternyata punya manfaat menyeimbangkan kadar gula darah. Melansir Journal of Community Hospital Internal Medicine Perspectives, cokelat mengandung senyawa flavonoid yang mampu menjaga fungsi hormon insulin.

Hormon insulin berperan penting dalam mengendalikan kadar gula darah. Selain itu, flavonoid dalam cokelat membantu metabolisme gula dan mengurangi radikal bebas yang juga meningkatkan risiko diabetes.

8. Mengontrol nafsu makan

Cokelat yang selama ini menjadi musuh para penggiat diet ternyata memiliki manfaat menekan rasa lapar. Riset dari Nutrition & Diabetes menemukan bahwa cokelat hitam mampu menurunkan hasrat ingin makan daripada cokelat susu.

Hal ini disebabkan cokelat hitam mengandung kadar kakao yang lebih tinggi sehingga rasa cokelat lebih intens. Selain itu, cokelat hitam mengandung lemak sehat dari mentega kakao. Lemak ini diserap lebih lama oleh tubuh dan membantu melepaskan hormon rasa kenyang.

Baca Juga  Tips Menurunkan Berat Badan setelah Lebaran

9. Menghambat sel kanker

Cokelat mengandung flavanol yang bersifat antioksidan, artinya mampu menangkal radikal bebas yang menyebabkan kerusakan sel.

Perlu Anda ketahui, sel-sel tubuh yang rusak akibat radikal bebas bisa memicu terjadinya mutasi sel yang tidak terkendali. Kondisi ini adalah awal dari  pertumbuhan sel kanker yang selanjutnya bisa mengganggu fungsi organ.

Sayangnya, potensi manfaat cokelat ini masih memerlukan penelitian lebih lanjut. Pasalnya, hasil penelitian tentang cokelat dan kanker masih tidak konsisten.

10. Memperkuat tubuh saat berolahraga

Manfaat makan cokelat yang satu ini berasal dari kandungan epikatekin. Senyawa ini meningkatkan kadar nitrit oksida pada darah.

Saat terjadi peningkatan nitrit oksida dalam darah, sirkulasi darah menjadi lebih lancar. Dengan begitu, tubuh tidak menggunakan oksigen terlalu banyak.

Baca Juga  Cegah Resiko Kanker, Jeruk Ternyata Bisa Jadi Solusi Loh

Hal tersebut memberikan manfaat bagi para atlet atau Anda yang menggemari latihan fisik. Pasalnya, tubuh membutuhkan pasokan oksigen yang besar saat olahraga.

Nah, konsumsi cokelat membantu tubuh menggunakan oksigen dengan lebih efisien sehingga meningkatkan ketahanan fisik selama olahraga. (***)