“Pelaku akan dilakukan pemeriksaan intensif terkait dengan motif perbuatan-perbuatan yang mereka lakukan,” terangnya.

Korban berjenis kelamin laki-laki dan berasal dari Pangkalpinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Kedua pelaku mutilasi bukanlah mahasiswa melainkan bekerja di bidang kuliner. Satu pelaku adalah karyawan di suatu usaha kuliner di Jogja. Adapun satu pelaku lainnya penjual kue.

“Satu karyawan salah satu kuliner di Jogja. Kemudian yang kedua, yang orang Bogor, penjual kue,” katanya.

Endriadi menyatakan korban dan pelaku saling kenal. Mereka bertemen. Kendati demikian, relasi pertemanan macam apa yang dijalin antara pelaku dan korban masih didalami.

R dieksekusi oleh pelaku di rumah indekos pelaku di Triharjo, Sleman.

Baca Juga  Temui Presiden Jokowi, Ketua PBNU Laporkan Rencana Strategis Tindak Lanjut Peringatan Satu Abad NU

“Sementara kami dapatkan informasi [dieksekusi] di TKP di kos-kosan,” kata dia

Dari indekos pelaku, polisi menyita sejumlah barang bukti. Ada berbagai benda yang diamankan, mulai dari palu, pisau hingga cangkul kecil.

Polisi juga menyita panci berukuran besar, tali, ponsel, sandal, sejumlah ember dan sepeda motor.

Sebuah kompor gas hingga tabung gas juga diamankan kepolisian sebagai barang bukti.

“Sementara kami akan melakukan pendalaman. Jadi barang-barang ini atau barang bukti itu kami temukan di TKP di kos-kosannya pelaku,” ungkapnya. (Catur Dwi Janati & Sunartono Harianjogja.com)

Sumber: Harianjogja.com