Seketika Bastian terdiam dan kaget mendengar ucapan Rani kepadanya.

Tetapi, bastian belum mengerti juga apa maksud dari percakapan Rani.
“Apa ya maksud Rani berbicara begitu. Apakah aku tanya lagi kepadanya tentang langit, ” ujar Bastian berbicara dalam hati.

“Rani boleh tanya lagi? Kenapa galeri mu penuh dengan langit?” tanya Bastian sambil menatapnya.
“Biar langit tau Tian, bahwa ada sosok menyedihkan yang begitu mengaguminya, ” jawab Rani sambil tersenyum kearahnya.
“Kenapa sebegitu sukanya sama langit?” tanya Bastian seperti orang kebingungan.
“Dia baik, dan juga pandai mengambil hati seseorang. Padahal dia hanya diam tapi banyak yang mengaguminya, langit juga tidak pernah mengatakan bahwa dirinya indah, tapi semua orang tau bahwa dia begitu indah. Definisi yang sama, seperti langit yang saat ini ada di sampingku, ” jawab Rani sambil melihat bastian.

Baca Juga  Aku Ingin Menjadi Polwan

Bastian kaget mendengar perkataan Rani.

“Maksud kamu, langit itu adalah aku?” ujar Bastian.
“Iya itu kamu Tian, selama ini aku sangat menyukaimu. Seperti aku menyukai langit, dia indah namun tidak bisa kumiliki. Aku tau orang lain bilang kalau perempuan tak pantas menyampaikan rasa sukanya. Tetapi, hatiku bilang tidak apa-apa selagi ada kesempatan untuk menyampaikannya, ” ujar Rani sambil tersenyum dan ada rasa malu di hatinya.
“Aku kagum kepadamu, karena kamu telah berani menyampaikannya. Dan tidak semua orang bisa seperti kamu. Sebenarnya aku juga menyukai mu, tetapi untuk mengungkapkannya aku belum bisa. Karena, waktunya belum tepat, ” ujar Bastian sambil memegang tangan Rani.

Baca Juga  Pandangan di Titik Kata

Mereka saling berpandangan dan tersenyum lebar rasa kebahagiaan.

Definisi langit yang saat ini di sampingku, tapi langit yang dulu belum kugapai, dan saat ini aku bisa menggapainya.

Ternyata langit itu memang menjadi tempat untuk mengungkapkan apapun tanpa harus merubah perasaan siapapun.

Langit selalu tau cerita tentang manusia yang menatapnya. Seperti Bastian dan Rani, setelah menatap langit akhirnya rasa suka terungkapkan.

Tamat

Navisabilillah, Siswi SMAN 3 Toboali