Aku Ingin Menjadi Polwan
Karya: Putri Rahmawati
Menggapai impian bukan semudah membalikkan telapak tangan. Bukan pekerjaan mudah untuk mewujudkan mimpi sebagai sebuah kesuksesan.
Bagiku impian adalah sesuatu hal yang sering kita pikirkan dan sesuatu hal yang pastinya sangat kita impikan.
Pendidikan menurutku adalah sesuatu kehidupan yang berhak di miliki oleh setiap orang namun bagiku impian tanpa doa dan perjuangan hanya akan menjadi angan angan untuk masa depan.
Namaku Putri Rahmawati seorang pelajar di SMA Negeri 1 Simpang Rimba sejak kecil aku sangat tertarik sekali dengan dunia milter hingga dalam anganku aku berhayal untuk menjadi seorang polwan yang sukses.
Seorang polwan yang tak hanya gagah dalam berpakaian namun juga gagah dalam tindakan menegakkan sebuah keadilan.
Aku hidup dan terlahir dari keluarga sederhana yang di tengah keterbatasan masalah keuangan.
Aku sadar tak banyak pilihan dan kesempatan yang bisa ku genggam untuk membuat impianku menjadi kenyataan.
Dari kecil aku terdidik sebagai seseorang yang disiplin dan tak pantang menyerah dalam kondisi apapun saat bersekolah menempuh pendidikan walaupun banyaknya hambatan dan rintangan akan terus ku jalani tanpa henti sampai nantinya aku bisa menjadi seorang Polwan.
Tetapi keadaanlah yang memaksaku untuk belajar tentang itu semua dan guruku pernah berkata padaku bahwa kejujuran dan ketekunan adalah modal utama dalam meniti kehidupan terutama dalam mengejar pendidikan dan cita cita.
Kekayaan bukanlah halangan dalam mengejar sebuah impian dan cita cita, selama ada kemauan dan keyakinan di situlah keberhasilan akan kita dapatkan.
Orang bilang nama adalah bentuk doa dan harapan dari seseorang lalu aku pernah berfikir tentang apa doa dan harapan di balik nama Putri rahmawati.
Bagiku sekecil apapun kepercayaan yang orang lain berikan itu adalah sebuah kehormatan untukku.
Bagiku kedua orangtuaku adalah harta yang paling berharga dari sekian harta yang pernah aku miliki. Ayah dan ibuku adalah jawaban dari doa yang ku panjatkan dan beliau pula awalan mengapa aku tetap berdiri kokoh dengan segala keberhasilan ku saat ini.
Dari kedua orangtua ku aku menemukan semua jawaban tentang teka teki nama yang sudah 18 tahun aku sandang.
Putri berarti anak perempuan dan Rahmawati yang berarti limpahan rahmat jika digabung maka namaku adalah anak perempuan limpahan rahmat.
Di jalan desa Simpang Rimba inilah aku biasanya menempuh berjalan dan melangkahkan kakiku menuju sekolahku demi untuk mengenyam pendidikan.
Terkadang jatuh membuatku ragu apakah diriku ini harus berhenti melangkah namun prinsip dan anugrahku membuatku bangkit lagi hingga semangat bangkitku mengalahkan keadaan jatuh yang menimpahku.
Kadang kerinduanku kepada seluruh guru guruku datang menghampiri ku setiap saatnya rasa ingin bertemu dan memuk semua guru guruku tercinta.
Guru bagiku adalah orang yang memberiku ilmu yang bisa menjadi panutan dalan dunia pendidikan ya itulah guru meski cita citaku bukan guru tetapi tetap aku harus menghormati beliau karena beliau adalah orang tua keduaku di sekolah dan karena barokahnya sebuah ilmu tergantung bagaimana sikap kita terhadap sang guru tercinta.
Ejekan dan ketidaksukaan sudah menjadi kebiasaanku dalam bergaul.
Ya itulah manusia wataknya berbeda beda terkadang aku menemukan orang yang tidak suka kepadaku entah kerena apa alasannya.
Tetapi aku sering menemukan orang orang yang sangat baik di sekitarku meski hubungan darah tak mengalir dalam nadi kami tetapi mereka sangat menghargaiku, mendukungku, menjagaku dan mengisi hari hariku dengan penuh kegembiraan setiap saatnya.

Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.