Meski kacang mentah juga bisa dicemil, tapi kebanyakan orang lebih menyukai kacang panggang karena cita rasanya yang lebih gurih dan renyah. Sedangkan kacang mentah memiliki rasa yang sangat ringan dan sederhana. Hal ini membuat orang sering merasa bosan saat memakannya.

Dilihat dari kandungan bakteri

Kacang mentah mungkin memiliki bakteri yang berpotensi bahaya, seperti Salmonella dan E. Coli. Jika tanah tempat kacang bertumbuh terkontaminasi bakteri, kacang pun akan mudah terkontaminasi bakteri. Tidak hanya itu, air yang terkontamisasi saat panen atau pascapanen juga akan meningkatkan risiko kacang mentah terkena bakteri.

Satu studi melaporkan bahwa hampir 1 persen sampel dari berbagai kacang mengandung Salmonella, dengan tingkat kontaminasi tertinggi pada kacang macadamia dan terendah pada hazelnut. Akan tetapi, jumlah Salmonella yang terdekteksi rendah. Jadi, mungkin tidak menyebabkan penyakit pada orang yang sehat.

Baca Juga  5 Manfaat Gula Aren untuk Kesehatan Tubuh

Sedangkan proses pemanggangan membuat bakteri tidak dapat mempengaruhi kacang panggang dengan mudah. Sebenarnya jumlah kontaminasi bisa hilang apabila kacang – terlepas dari cara menyatapnya, dibersihkan dan diproses secara benar sehingga membuat kacang aman untuk kesehatan.

Kesimpulan

Kacang mentah dan kacang panggang menawarkan berbagai manfaat kesehatan yang berbeda. Kacang mentah sangat sehat, tetapi risiko mengandung bakteri juga tinggi. Namun, kacang mentah tidak akan menyebabkan penyakit apabila dalam proses pembersihannya dilakukan dengan cara yang benar.

Di sisi lain kacang panggang terbebas dari bahaya bakteri namun mungkin mengandung lebih sedikit antioksidan dan vitamin. Selain itu, kandungan lemak sehat juga bisa menjadi rusak akibat proses oksidasi ketika dipanggang. Namun, risiko tersebut akan bergantung pada suhu dan lamanya waktu memanggang serta jenis kacang yang digunakan.

Baca Juga  Bolehkah Langsung Mandi saat Tubuh Berkeringat? Ini Penjelasannya

Secara keseluruhan jika kacang dipanggang pada suhu rendah sampai sedang, kandungan nutrisi di dalamnya tidak akan berkurang secara signifikan.(***)