Oleh: Dianindra Dewi Melani Putri

OPINI, TIMELINES.ID — Perkembangan teknologi informasi di Indonesia semakin hari semakin berkembang pesat, hal ini dapat dilihat dari adanya smartphone.

Pada era modern ini, penggunaan teknologi digital sudah semakin merata dari sektor pendidikan, perdagangan, kesehatan, pemerintahan, dan bahkan pada dunia sastra di Indonesia.

Salah satu perkembangan teknologi yang sering digunakan sehari-hari oleh semua kalangan adalah internet.

Internet ini adalah salah satu sistem informasi global yang berbasis komputer.

Internet  merupakan sebuah media informasi yang memudahkan jutaan penggunanya untuk saling berkomunikasi dan mengakses informasi secara cepat dan mudah.

Di dalam internet ini tidak memiliki sistem distribusi yang tersentralisasi, oleh karena itu internet dapat diakses setiap saat dan  setiap tempat yang menyediakan koneksi.

Kemudahan dan kecepatan akan informasi yang diberikan oleh internet ini telah membawa perubahan yang signifikan pada masyarakat modern dan mengubah persepsi serta gaya hidupnya.

Baca Juga  Pre-Order dan Purchase Order pada Praktik Bisnis dalam Kacamata Hukum

Internet telah menjadi media alternatif bagi mereka yang menyediakan informasi untuk disampaikan secara cepat kepada banyak orang.

Banyak penerbit surat kabar yang telah menyediakan situs-situs untuk mengakses secara gratis kepada para pembacanya.

Melalui media massa ini, penggunanya tidak diharuskan membayar sehingga memudahkan untuk mencari informasi.

Walaupun, di dalam situs tersebut informasi yang disediakan tidak selengkap edisi cetakannya.

Dunia sastra di Indonesia juga mendapatkan pengaruh dari kehadiran internet ini, seperti kemunculan situs-situs online yang menyediakan informasi yang dibutuhkan mengenai sastra.

Perkembangan teknologi ini dimanfaatkan oleh para sastrawan untuk lebih mengembangkan kesusastraan yang ada di Indonesia.

Ada beragam situs khusus yang memberikan informasi mengenai sastrawan dan para tokoh sastra misalnya eoneill.com yang didalamnya menyajikan informasi mengenai profil, biografi, serta karya-karya sastra, kritik, dan seminar mengenai Eugene O’Neill.

Definisi Sastra Cyber

Seiring dengan perkembangan zaman, sastra juga mengalami perkembangan, di mana setiap perkembanganya memiliki ciri khas tersendiri.

Baca Juga  Transformasi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia: Menyongsong Era 4.0 dalam Kemajuan Budaya dan Teknologi

Penyebaran sastra pada awalnya dilakukan  melalui mulut ke mulut lalu mengalami perkembangan seiring dengan berjalannya waktu.

Pada masa yang serba digital ini, sastra mengalami perkembangan dengan sebutan sastra cyber yang mulanya dikenal sebagai cybersastra.

Cybersastra berasal dari kata cyber dan sastra. Endraswara (2013:182-183) memaparkan definisi sastra cyber bermula dari kata cybersastra yang berasal dari kata cyber yang dalam Bahasa inggris tidak bisa berdiri sendiri, melainkan terjalin dengan kata lain.

Jadi dapat disimpulkan bahwasanya pengertian sastra cyber adalah segala bentuk kegiatan atau aktivitas sastra yang menggunakan komputer atau internet.

Semua tulisan atau bentuk sastra yang diunggah melalui medium tersebut disebut sebagai sastra cyber.

Sastra Cyber Dalam Kesusastraan Di Indonesia

Sastra cyber lahir sekitar tahun 1990-an dan populer pada masa reformasi yaitu tahun 1998 sampai dengan sekarang.

Dan pada saat itulah para komunitas-komunitas mulai bermunculan dan memanfaatkan teknologi tersebut seperti situs-situs, mailist, dan beberapa platform lainnya.

Baca Juga  Dulu Kawan, Sekarang Mungkin akan Jadi Lawan

Nah, melalui sastra cyber ini penggunanya seolah mendapat kebebasan untuk mempublikasikan karyanya tanpa harus melalui seleksi yang ketat.

Kemunculan sastra cyber di Indonesia pertama kali yaitu dengan peluncuran buku antologi puisi cyber dengan judul “Graffiti Gratitude” yang dipelopori oleh Sutan Ikwan Soekri Munaf, Nanang Suryadi, Nunuk Suraja, Tulus Widjarnako, Cunong, dan Medy Loekito pada 9 Mei 2001 yang bertempat di Puri Jaya, Hotel Sahid, Jakarta.

Sastra cyber sendiri muncul karena pengaruh perkembangan teknologi.

Yang mana kemunculannya bersamaan dengan berkembangnya komputer dan internet.

Sastra cyber di Indonesia sendiri berkembang sekitar tahun 2000-an, yang mana para penggunanya mulai menggunakan wadah ini untuk mempublikasikan karya-karya sastranya untuk dinikmati oleh banyak orang.

Sebenarnya, media lain seperti sastra koran dan majalah, di mana seharusnya sastra tersebut berada memiliki kesulitan untuk mempublikasikan karya-karya tersebut.