BANGKA SELATAN, TIMELINES.ID – Perwakilan pendemo warga Desa Kepoh, Kodri Abu meminta aparat hukum turun menyelidikan siapa oknum penjual ratusan hektar lahan Desa Kepoh ke PT Fal.

Pasalnya, menurut Kodri Abu tidak ada satupun warga Kepoh yang menjual lahan desa.

“Lahan Kepoh ini habis kami menduga ada mafia tanah yang menjualnya. Kami tidak tahu siapa yang menjual itu. Warga Kepoh tidak ada menjual itu. Sehingga kami minta kepolisian menyelidikan dugaan penjualan lahan oleh mafia tanah dan tangkap pelakunya,” tegas Kodri.

Senada dikatakan Kades Kepoh, Udayasa bahwa pihaknya tidak pernah mengeluarkan surat jual beli apapun karena batas desa juga belum jelas.

Baca Juga  Kembalikan atau Ganti Rugi Lahan Desa Kepoh yang Digarap PT FAL

Dilansir, puluhan warga Desa Kepoh melakukan unjuk rasa di Kantor BPD dan Desa, Jumat (4/8/2023) pagi.

Mereka menuntut PT Fenyen Agro Lestari, Perusahaan perkebunan sawit untuk mengembalikan sekitar 700 hektar lahan Desa Kepoh yang telah digarap perusahaan.

Atau jika Perusahaan tidak mampu mengembalikan maka PT Fenyen Agro Lestari diminta untuk mengganti rugi lahan milik desa.

Demikian dikatakan salah satu perwakilan pendemo, Kodri Abu usai menggelar unjuk rasa di Kantor Desa Kepoh.

“Kami ke kantor desa minta PT FAL berhenti karena mereka menggarap lahan Kepoh luasnya 700 hektar lebih. Sampai saat ini mereka masih bekerja. Padahal sudah ada surat imbauan Bupati Basel untuk berhenti tetapi sampai saat ini mereka masih bekerja,” kata Kodri.

Baca Juga  Beriga Bukan hanya Persoalan Ekonomi, tetapi Juga Laut Masyarakat Adat