“Disini peran UMKM sangat strategis dimasa transisi tersebut sehingga roda perekonomian di Babel berjalan baik,” ujarnya.

Kepala Kantor Bea Cukai Pangkalpinang,  Muhammad Munif mengatakan di pelatihan UMKM Week ini para pelaku UMKM dibekali bagaimana mengakses pasar ekspor melalui ketrampilan bahasa inggris, penyusunan proposal bisnis yang menarik serta digital marketing hingga copy writing.

“Kami akan terus berpartisipasi dengan UMKM karena kami ada klinik ekspor,” ujarnya.

Ia menambahkan hingga saat ini ada 5 pelaku UMKM yang produknya sudah ekspor ke berbagai negara. Produk tersebut jenis kuliner dan kerajinan tangan yakni getas, lada putih, daun ketapang, lidi nipahhh lada dan beragam kerajinan lidi nipah.

Baca Juga  Dinilai dari 9 Indikator, Biro Organisasi Setda Babel Sebut Hasil Monev SKM Cukup Baik

“Daun ketapang dulu ekspornya ke Amerika, Jepang dan tahun ini rencananya ke Jerman. Untuk lidi nipah ke Nepal India dan Pakistan, lada putih ke Kanada, kerajinan lidi nipah ke Singapura sama dengan getas yang ke Singapura rutin per 2 bulan atau 3 bulan sekali,” ujarnya. (**/Elza)