Oleh: Meilanto

Sembahyang Kubur (Cheng Beng) merupakan ritual ziarah kubur untuk menghormati para leluhur yang dilaksanakan di Perkuburan Cina yang merupakan agenda tahunan dan dilaksanakan pada waktu yang telah ditentukan (dalam kalender Cina).

Upacara penghormatan ini dilakukan dengan berbagai jenis, misalnya membersihkan kuburan, menebarkan kertas sampai membakar kertas kim chi.

Saat Cheng Beng, waktu untuk berziarah dan membersihkan makam karena cuaca yang bagus (cuaca cerah, langit terang).

Apalagi pada zaman dahulu, lokasi pemakaman cukup jauh dari kampung halamannya, mereka akan berusaha untuk pulang ke kampung halamannya khusus untuk melakukan upacara penghormatan para leluhur[1].

Legenda Cheng Beng

Ada sebuah syair yang menggambarkan bagaimana Cheng Beng itu, yakni ‘Sehari sebelum Cheng Beng tidak ada api’ atau yang sering disebut Han Shi Jie (Han= dingin, Shi= makanan, Jie= Perayaan/ festival).

Baca Juga  Kolaborasi atau Kepunahan: Menyatukan Langkah Demi Kelestarian Jalak Bali

Diceritakan, pada zaman peperangan Chun Qiu di era Dinasti Jin, tersebutlah seorang pangeran bernama Zhong Er yang akibat fitnah dipaksa meninggalkan istana.

Selama pembuangan dan pengembaraan yang panjang, pengikutnya satu-persatu meninggalkannya.

Di antara pengikut pangeran itu terdapat seorang pembesar yang sangat setia bernama Jie Zitui.