Merah Putih dan Pejuang Buta
“Owh okey siappppppp,” kataku.
“Iya ayo sekarang kita pergi kibarkan benderanya di bukit bersama sama, “jawabku.
“Iya, “jawab mereka serentak.
Kami semua pun langsung pergi membawa bendera merah putih dan alat alat melangkahkan kaki bersama pergi menuju bukit naik berjalan kaki.
Ditemani pemandangan alam yang sangat indah luar biasa sejukan sesapai sepoy angin kicauwan burung burung juga menemani perjalanan kami ke bukit.
Selama 1 jam penuh perjalanan kita kami telah tiba di atas bukit lalu.
“Alhamdulillah teman temanku kita sudah sampai di bukit,” ucapnya Sani bahagia.
“Iya alhamdullilah jadi ayo kita kibarkan bendera nya sekarang “sahutku.
Kami semua nya pun langsung mengibarkan bendera sang Merah Putih hormat tegak di hadapannya dengan rapi sambil menyanyikan lagu Indonesia Raya kemudian
Salah satu temanku Rani tersenyum dan berbisik lirih.
“Lihat, lihat itu, bendera yang telah kita kibarkan di bukit tinggi ini sekarang berusia 78 tahun,” ungkapnya.
“Iya kamu benar sekali,” jawabku.
Kami tersenyum saja, hanya bisa tersenyum menatap bendera melamuni bahwa ada kedua mata pejuang tua itu buta sejak 77 tahun yang lalu, ketika sebuah granat meledak di dekatnya.
Dalam apa yang telah dikatakannya, aku belajar perihal negeri ini.
Jauh lebih banyak, dari semua yang aku baca dan dengar sejak masa kanak-kanak.
Tamat
Putri Rahmawati adala siswa SMA 1 Simpang Rimba Kabupae

Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.