Karya: Putri Rahmawati

CERPEN, TIMELINES.ID — Setangkai bunga dan sebuah cerita, dari pagi yang melepas senja dan malam yang merangkul.

Masa lalu selalu jadi sejarah meski tak tercatat dan tersimpan di Museum.

biarkan terbang bersama benih-benih kecil, di bawah awan, di tanah yang berbeda.

Dan di bawah jendela halaman rumah ini, berkilauan cahaya kehijauan seperti permadani.

Kelompok bunga bermekaran.

Kecipak ikan semarak di kolam. Kepak kupu-kupu mendebarkan dada.

Aku berbaring lagi di atas tempat tidurku menatap langit-langit kamar dengan kosong.

Aku menerka-nerka tentang apa yang terjadi 77 tahun yang lalu di hari yang sama.

Diketiknya naskah proklamasi, kah? Ah tidak, naskah proklamasi diketik pada hari yang sama itu dibacakan.

Baca Juga  Serial Keluarga Ummi

Kring kring kring kring kring aku menyibak kalender, 16 Agustus 2023.

“Hah, ternyata besok adalah hari yang sangat penting bagi negaraku. 17 Agustus, hari kemerdekaan Republik Indonesia bagaimana bisa aku tidak menyadari ini, “ucapku.

Kemudian Aku tersenyum saja, hanya bisa tersenyum dan mengiyakan.

“Aku tahu yang aku dengar, kita merdeka! Indonesia telah merdeka! Gema bahagia membilas duka buritan masa. Oh, merdeka milik siapa? Milik kalian semua. Tapi aku juga akan kibarkan benderaku di dalam hati bendera hati tinggi-tinggi. Kemerdekaanku sendiri, merdeka sendiri sampai mati,” ungkapku lagi dalam hati.

Terdengar suara dari luar pintu mengetuk rumahku dengan kencang.

Tok tok tok tok tok assalamualaikum seseorang memanggilku lalu aku keluar dan berkata?

Baca Juga  Abu-abu

“waalaikumsalam, oh kamu toh Sani, Rani, Santo ku kira tadi siapa rupanya kalian ayo masuk, ” ajakku.

“Hehehehe iya nih nanti aja kami masuknya kami datang ke sini mau ngajak ke bukit untuk mengibarkan bendera sang Merah Putih bersama,”jawab salah satu temanku.