Penyebab sebagian besar diare yang sembuh sendiri umumnya tidak teridentifikasi. Penyebab paling umum dari diare adalah virus yang menginfeksi usus atau ‘viral gastroenteritis’. Infeksi biasanya berlangsung beberapa hari dan kadang-kadang disebut ‘flu usus’.

Kemungkinan penyebab lain dari diare dapat meliputi:

●Infeksi oleh bakteri
●Infeksi oleh organisme lain dan toksin yang sudah terbentuk sebelumnya
●Makan makanan yang mengganggu sistem pencernaan
●Alergi dan intoleransi terhadap makanan tertentu (penyakit Celiac atau intoleransi laktosa)
●Obat-obatan
●Terapi radiasi
●Malabsorpsi makanan (penyerapan buruk)

Apakah antibiotik dapat menyebabkan diare?

Sebagian besar antibiotik (klindamisin, eritromisin, dan antibiotik spektrum luas) dapat menyebabkan diare. Antibiotik dapat mengubah keseimbangan bakteri yang biasanya ditemukan di usus, memungkinkan jenis bakteri tertentu seperti C. difficile untuk berkembang. Ketika ini terjadi, usus besar dapat dikuasai oleh bakteri jahat (patologis) yang menyebabkan kolitis (radang lapisan usus besar).

Baca Juga  Obati Masalah Diare Dengan Konsumsi Tempe, Enak dan Sehat

Diare terkait antibiotik dapat dimulai kapan saja saat mengonsumsi antibiotik atau segera setelahnya. Jika mengalami efek samping ini, hubungi dokter untuk membicarakan tentang diare dan mendiskusikan pilihan terbaik untuk meredakan efek samping ini.

Apa saja gejala diare?

Gejala saat mengalami diare dapat bervariasi tergantung pada ringan atau beratnya dan apa penyebab diare tersebut. Ada hubungan antara kasus diare yang parah dan kondisi medis yang perlu diobati.

Ketika mengalami diare, Bunda mungkin mengalami semua gejala ini atau hanya beberapa. Gejala utama diare adalah feses yang encer.

Gejala lain dari diare ringan meliputi:

●Kembung atau kram pada perut
●Kebutuhan yang kuat dan mendesak untuk buang air besar
●Mual (sakit perut)

Baca Juga  9 Penyebab Penglihatan Kabur dan Cara Mengatasinya

Jika mengalami diare parah, mungkin mengalami gejala seperti:

●Demam
●Penurunan berat badan
●Dehidrasi
●Sakit parah
●Muntah
●Ada darah

Diare yang parah dapat menyebabkan komplikasi yang signifikan. Jika memiliki gejala-gejala ini, hubungi dokter dan cari bantuan medis.

Apakah ada warna diare yang harus dikhawatirkan?

Warna feses dapat bervariasi dan dapat dipengaruhi oleh warna makanan yang dimakan. Biasanya, ini bukan sesuatu yang perlu dikhawatirkan. Tetapi jika pernah melihat warna merah (darah) di feses atau buang air besar berwarna hitam, itu bisa menjadi sesuatu yang lebih serius. Catat setiap buang air besar yang:

●Hitam dan lembek
●Memiliki darah atau nanah di dalamnya
●Secara konsisten berminyak atau berminyak meskipun makanan tidak berlemak
●Sangat berbau busuk

Baca Juga  Fantasi Seks Bagi Pasangan, Hal Ini Ekstrim Untuk Dilakukan Suami Istri

(***)