Butuh rekomendasi cara menurunkan berat badan? Baca tipsnya di artikel 8 Cara Diet Cepat untuk Bantu Turunkan Berat Badan.

4. Menjaga tekanan darah tetap stabil

Mengurangi asupan garam dan meningkatkan asupan kalium dapat menjaga tekanan darah tetap stabil. Kalium menurunkan tekanan darah dengan mengendurkan dinding pembuluh darah dan mengeluarkan kelebihan garam melalui urine.

Menurut data kesehatan yang terbit dalam The Journal of Clinical Hypertension, mengonsumsi makanan yang mengandung serat dapat menurunkan risiko hipertensi.

Nah, dalam 90 gram asparagus mengandung 1,8 gram serat. Jumlah ini cukup membantu sebagai asupan serat tambahan untuk tekanan darah yang sehat.

5. Mengurangi risiko gangguan kognitif

Sayuran hijau seperti asparagus mengandung folat. Folat dapat mengurangi risiko gangguan kognitif. Orang yang berusia 50 tahun ke atas direkomendasikan untuk mengonsumsi folat supaya pikirannya tetap tajam.

Baca Juga  Manfaat dan Panduan Puasa yang Aman untuk Pasien Kanker

6. Meningkatkan sistem kekebalan tubuh

Asparagus mengandung vitamin E, antioksidan penting untuk memperkuat sistem kekebalan tubuh. Imun tubuh yang baik dapat mencegah risiko serangan infeksi. Termasuk juga penyakit kronis seperti kanker, penyakit jantung, demensia, kerusakan hati, dan stroke.

7. Alternatif sumber serat

Asparagus merupakan sumber serat yang tinggi daripada jenis sayuran lainnya. Hal ini membuat sayuran hijau ini bisa menjadi salah satu alternatif makanan kaya serat. Berita baiknya, serat tidak hanya baik untuk pencernaan, melainkan juga buat metabolisme tubuh, serta kesehatan kulit.

Ingin tahu lebih lanjut soal manfaat asparagus atau punya pertanyaan soal kesehatan lainnya? Yuk, chat dengan dokter di Halodoc saja! Dapatkan jawaban dan saran kesehatan dari dokter tepercaya melalui fitur chat dengan dokter kapan dan di mana saja. Yuk, gunakan aplikasi Halodoc sekarang!

Baca Juga  5 Kegiatan Me Time yang Bisa Dilakukan Bunda saat Hamil

8. Menjaga kesehatan reproduksi

Manfaat asparagus selanjutnya adalah meningkatkan sistem reproduksi. Asparagus hijau mengandung saponin protodioscin tingkat tinggi. Protodioscin berperan dalam mendukung kesehatan reproduksi. Nah, hal ini termasuk menjaga kesehatan ovarium, meningkatkan libido pasca menopause, dan bahkan dapat melawan sel kanker ovarium.

Tidak hanya reproduksi wanita, protodioscin juga baik untuk pria. Contohnya, meningkatkan produksi testosteron, memulihkan fungsi ereksi, dan meningkatkan libido.

Menurut data kesehatan yang terbit di Biomedicine & Pharmacotherapy, mengonsumsi asparagus dapat memperbaiki komplikasi kesehatan reproduksi wanita. Hal ini termasuk ketidakseimbangan hormon, sindrom ovarium polikistik dan meningkatkan tingkat antioksidan dalam tubuh. (Dilansir dari Halodoc.com)