3. Kelumpuhan tubuh

Kerusakan sistem saraf dan otot yang makin parah bisa menyebabkan mati rasa dan kelumpuhan yang dimulai dari luka yang digigit. Lama-kelamaan, kelumpuhan bisa menjalar ke anggota tubuh lain, termasuk wajah (facial palsy). Menurut data dari WHO, 20% penderita rabies mengalami kelumpuhan.

Selain itu, rabies juga bisa menyebabkan gejala kaku pada leher, munculnya sensasi rasa ditusuk di seluruh tubuh, dan sakit kepala yang berat.

4. Koma

Ketika kerusakan otak dan sumsum tulang belakang semakin berat akibat infeksi virus rabies, penderitanya bisa tidak sadarkan diri atau koma. Bila sudah di fase ini, penderita rabies bisa mengalami kematian akibat gagal napas dan henti jantung pada hari ke 7–10 sejak bahaya-bahaya di atas muncul.

Baca Juga  Pelabuhan Ciwanda Alternatif Atasi Lonjakan Penumpang saat Mudik Lebaran 2023

Rabies tidak hanya ditularkan lewat gigitan anjing, tetapi virusnya juga bisa menyebar dari gigitan kucing, kelelawar, musang atau kera. Virus rabies juga belum terbukti dapat menular antar manusia, tetapi pada beberapa kasus ditemukan penularan virus lewat transplantasi organ atau jaringan.

Bahaya rabies pada manusia nggak boleh dianggap sepele, ya. Bila terlambat ditangani, infeksi virus ini bisa menyebabkan komplikasi yang membahayakan kesehatan hingga merenggut nyawa. Ditambah lagi, belum ada obat yang bisa digunakan untuk mengatasi rabies.

Jadi, kalau kamu atau orang di sekitarmu digigit, dicakar, atau terkena air liur hewan yang dicurigai terjangkit rabies, bersihkan luka dengan sabun dan air mengalir. Jika ada larutan povidone iodine 10%, kamu juga bisa gunakan untuk membersihkan luka. Setelah itu, segera periksakan diri ke dokter agar mendapatkan penanganan lanjutan.

Baca Juga  100 Guru SD di Sleman Ikut Pelatihan Penyusunan Instrumen Penilaian Berbasis Digital

Pemberian vaksin rabies bisa dilakukan sebanyak 4 kali dalam waktu 14 hari. Jika kamu sudah pernah di vaksin rabies sebelumnya, biasanya dosis pemberiannya bisa menjadi 2 kali.(Dilansir dari Alodokter.com)