Rimbak, Lebak, Rebak, Kubak, Bebak, Kelekak (Bagian 5)
Tulok atau lanjong biasanya diletakkan dipinggir ume. Kiding berukuran lebih kecil dari lanjong terbuat dari mengkuang (Pandanus artocapus) dengan bibir bagian atas berbentuk lingkaran dengan bingkai dari rotan.
Setelah tulok atau lanjong itu penuh baru dibawa ke pondok dan dimasukkan ke karung.
Padi-padi yang telah terkumpul dalam karung kemudian dikeluarkan dan diirik dipisahkan dari tangkainya dan dijemur.
Batang-batangnya (jerami) dibiarkan begitu saja yang akan menjadi humus dan lapuk (buruk). Bagi anak-anak, batang padi bisa dijadikan alat permainan.
Yaitu permainan sep-sep. Batang padi dipotong satu ruas. Buku bagian bawah jangan dibuang. Setelah itu dibagian dekat buku (sekitar 5-10 cm) dikelupas dengan pisau terus memanjang ke arah buku tanpa membuang kulitnya sehingga akan tampak terluka pada batang padi.
Cara memainkannya batang padi ditiup dengan memasukkan ruas bagian bawah yang dikelupas ke mulut, maka apabila ditiup akan mengeluarkan bunyi sep…sep…sep…Oleh karena itu permainan alat ini dinamakan sep sep.
Ngangen (angin-angin). Proses ini bertujuan memisahkan antara bulir padi yang bernas dan ampak. Cara ngangen yaitu padi yang telah kering dimasukkan ke penampi, kemudian diangkat setinggi kepala dan digerak-gerakkan.
Proses ngangen juga dibantu dengan kekuatan angin yang berhembus. Bulir padi yang bernas akan jatuh dekat sedangkan padi yang ampak akan jatuh jauh terbawa angin.
Setelah proses ngangen, padi siap ditumbuk (nutuk) dalam lesung menggunakan alu. Proses nutuk harus benar-benar memisahkan beras dari kulitnya (sekam).
Padi dalam lesung harus sering dibolak-balik menggunakan tangan supaya benar-benar menjadi beras. Dalam proses nutuk harus memperhatikan etika jangan sampai alu mengeluarkan bunyi yang keras saat terkena lesung.
Hal ini akan membuat ‘semangat’ padi akan hilang. Padi yang jatuh ke tanah walaupun sebiji harus dipungut untuk menghormati padi. Warga meyakini padi merupakan anugerah yang berikan oleh Sang Pencipta yang berjasa besar dalam kehidupan umat manusia.
Padi mempunyai Dewi yaitu Dewi Sri yang diyakini yang membuat subur tanaman padi dan menghasilkan padi yang banyak. (Bersambung)
Meilanto, Penulis, Pegiat Sejarah dan Budaya

Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.