Sepanjang Tahun 2023, BI Terima 290 Lembar Laporan Uang Palsu
“Caranya adalah dilihat sejauh ini sangat gampang sekali, dari bahan uang ini kita bisa lihat dan raba melalui indra peraba kita. Dia (uang palsu) menggunakan kertas HVS meskipun pakai kertas yang tipis itu masih tebal dibandingkan uang asli,. Kemudian dapat dilihat dari tintanya, lebih terang atau pudar dari uang asli,” terang dia.
Teknik diraba, dijelaskan Dian, dapat diraba di bagian benang dan gambar pahlawan pada uang pecahan Rp100 ribu terasa lebih kasar.
“Memang ada upaya dibuat oleh oknum lebih kasar, tapi tidak bisa menyerupai uang asli,” ungkapnya.
Kemudian, teknik diterawang, ada watermark atau ada tanda air dan gambar pahlawan pada uang asli. Sementara untuk kasus pemalsuan, oknum berupaya menyerupai namun watermark pada pahlawan di uang palsu tidaklah sama dengan uang asli.
“Kemudian ada di benang pengaman, tidak ada bisa mencetak dan menyerupai, dia akan berubah warnanya dan ada upaya menyerupai dia menyabut benang di uang asli dipasang di uang palsu itu,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.