BANGKA BARAT, TIMELINES.ID – Camat Kelapa Rismayana mengungkap sederet fakta perihal tewasnya siswa kelas 3 SDN 1 Kelapa, Kabupaten Bangka Barat (Babar) atas nama Muhammad Adrian di Kolong Airtelang pada Senin (2/10/2023) siang kemarin.

Disebutkan dia, bocah berusia 9 tahun itu dikenal sebagai anak yang baik. Namun memang korban selama ini kurang diperhatikan oleh orang tuanya. Bahkan dalam menempuh pendidikan di sekolah dasar, korban disekolahkan oleh bhabinkamtibmas setempat.

“Yang jelas anak ini (korban), saya tahu betul tidak pernah diperhatikan orang tuanya. Kadang dia makan pun tidak dan yang menyekolahkan korban malah pak bhabin, orang tuanya tidak hirau dengan anak ini,” ujar Rismayana, Selasa (3/10/2023) pagi.

Baca Juga  Terlibat Laka Tambang di KJUB Tempilang, 2 Orang Tertimpa Tanah Belum Ditemukan

Meski demikian, dia tidak mengetahui persis apa yang melatarbelakangi hal tersebut.

“Kami tidak tahu apa permasalahannya karena tidak enak juga mau ngorek keterangan dari orang tuanya. Kurang peduli intinya, tidak seperti orang tua lainnya. Apa mungkin karena orang tua dia banyak pekerjaan. Tapi selama ini dari segi makanan, kadang makan di masjid,” katanya.

Agar kejadian serupa tidak terulang, dia mengatakan dari kecamatan bersama kepolisian dan kelurahan setempat akan melakukan berbagai upaya. Salah satunya memasang spanduk agar anak-anak tidak bermain di sekitaran Kolong Airtelang.

“Saya juga menghimbau agar orang tua dapat berperan aktif mengawasi anak mereka, dipantau tempat dia bermain dan ke mana kesehariannya. Sehingga hal kejadian seperti ini bisa kita cegah dan tidak terulang di kemudian hari,” kata dia.

Baca Juga  Sepanjang 2022, Nilai Investasi di Bangka Barat Capai Rp1,4 Triliun