TIMELINES.ID- Saat seseorang mengalami gangguan mental, banyak yang merekomendasikan untuk menemui psikolog atau psikiater. Namun, tahukah kamu bahwa ada perbedaan di antara keduanya?

Salah satunya dari pendidikan yang mereka ambil. Psikiater menjalani pendidikan kedokteran dan menjadi dokter medis sebelum melakukan pelatihan spesialis kesehatan mental.

Apa itu Psikiater?

Psikiater adalah dokter yang berspesialisasi dalam bidang kesehatan mental dan gangguan jiwa. Mereka memahami anatomi otak, proses psikologis, dan faktor lingkungan yang memengaruhi kesehatan mental.

Dokter spesialis kejiwaan juga mampu dalam merancang dan mengawasi rencana pengobatan yang sesuai kebutuhan pasien. Tak itu saja, mereka juga berperan memberikan edukasi kepada pasien dan keluarga.

Caranya, psikiater akan membantu memahami tentang kondisi mental secara khusus, beserta cara-cara mengelola gejala yang mungkin muncul. Dengan cara ini, pasien dapat memiliki taraf hidup yang lebih baik.

Baca Juga  KPK Keluarkan Surat Edaran Terkait Gratifikasi Hari Raya Idul Fitri 1444 H Untuk Pejabat dan Penyelenggara Negara

Psikiater dapat memilih salah satu dari beberapa jenis subspesialis di bawah ini:

●Pilih psikiatri forensik jika ingin menangani masalah hukum yang berhubungan dengan kesehatan mental.
●Psikiatri anak dan remaja untuk membantu mengatasi masalah mental pada anak-anak dan remaja.
●Psikiatri adiksi yang khusus menangani masalah kecanduan.
●Pilih psikiatri geriatri jika kamu ingin membantu mengatasi masalah kesehatan mental pada orang tua atau lansia.
●Psikiatri psikosomatis untuk membantu mengatasi masalah psikis dan emosional yang menimbulkan rasa nyeri.

Apa Bedanya Psikolog dan Psikiater?

Ada beberapa perbedaan mendasar antara dokter spesialis kejiwaan dan ahli psikologi (psikolog). Di antaranya, latar belakang pendidikan, cara mendiagnosis gangguan, dan jenis masalah mental yang bisa didiagnosis.

Baca Juga  Perpaduan Pasir Putih dan Bebatuan yang Indah, Pantai Rambak Wajib Kamu Kunjungi

1. Latar belakang pendidikan

Psikolog menempuh pendidikan strata 1 (S1) ilmu psikologi. Untuk membuka praktik dan konseling mandiri, mereka harus mengambil program magister psikologi profesi.

Jurusannya terbagi menjadi beberapa jenis psikologi, yaitu:

●Terapan psikologi anak usia dini.
●Sosial.
●Industri dan organisasi.
●Terapan psikologi kesehatan.
●Terapan psikologi sumber daya manusia (SDM).
●Perkembangan.
●Pendidikan.
●Terapan psikologi olahraga.

Berbeda dengan psikolog, seseorang yang ingin menjadi psikiater harus menyelesaikan pendidikan kedokteran terlebih dahulu. Setelah itu barulah mengambil spesialisasi kejiwaan.

Setelah mendapatkan gelar dokter umum, membutuhkan waktu empat tahun untuk menjalani residensi psikiatri. Kemudian, nantinya psikiater akan bergelar dokter dan Sp.KJ (Spesialis Kesehatan Jiwa).