Ini Perbedaan Psikiater dan Psikolog dalam Mengatasi Gangguan Mental
2. Cara mendiagnosis pasien
Seorang psikolog akan mempersilakan pasien bercerita tentang masalah yang mereka hadapi. Kemudian mempersilahkan pasien untuk melakukan cognitive behavioural test untuk menilai perilaku dan emosional mereka.
Caranya dengan mengisi kuesioner, tes IQ, hingga neuropsikologi. Tujuannya untuk melihat perkembangan kognitif dan memori. Jika semakin parah, psikolog akan merujuk pasien menemui psikiater.
Sementara seorang psikiater, mereka mengetahui segala hal tentang diagnosis dan perawatan untuk setiap kondisi psikologis setiap pasien yang cenderung rumit. Misalnya, gangguan bipolar dan skizofrenia.
Hal ini karena keahlian mereka berfokus pada ketidakseimbangan kimia di dalam otak manusia. Oleh sebabnya, psikiater bisa memberikan resep dan terapi obat-obatan (farmakoterapi).
Selain itu, mereka juga mumpuni untuk melakukan terapi stimulasi otak, pemeriksaan fisik, dan laboratorium. Psikiater juga berhak meningkatkan dosis penggunaan obat sebagai langkah penyesuaian.
3. Masalah mental yang didiagnosis
Psikolog tidak bisa melakukan diagnosis gangguan mental pada seseorang. Namun, psikolog dapat membantu menurunkan intensitas gejala yang dialami oleh pasien, dengan rekomendasi pola hidup lebih sehat.
Sementara psikiater atau dokter spesialis kejiwaan, mereka mampu mengidentifikasi gangguan mental yang lebih kompleks. Misalnya, bipolar, gangguan kecemasan, anorexia nervosa, depresi, dan skizofrenia.
Kamu juga bisa mengetahui lebih lanjut soal psikolog dengan klik artikel ini: Mengenal Arti Insecure dalam Psikologi, Wajib Tahu!
Kesimpulan Perbedaan Psikolog dan Psikiater
Kamu bisa berkonsultasi dengan psikolog terlebih dulu jika memiliki keluhan mental yang mengganggu aktivitas sehari-hari. Meski tak dapat mendiagnosis, psikolog dapat membantu memberikan kesimpulan.
Bukan itu saja, psikolog juga dapat membantu mengatasi gangguan melalui berbagai pendekatan. Misalnya, mengubah pola hidup, pola tidur, dan teknik relaksasi yang tepat bagi pengidap masalah.
Namun, jika gejala yang muncul justru semakin parah bahkan memicu gejala fisik, silakan kunjungi psikiater. Spesialis kejiwaan ini dapat mendiagnosis dan memberikan obat guna meredakan gejala.
Baik psikolog maupun psikiater memiliki peran dalam perawatan masalah mental. Pemilihannya tergantung pada jenis perawatan yang kamu butuhkan dan preferensi masing-masing.(Dilansir dari Halodoc.com)

Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.