Jelang Nataru, PT ASDP Indonesia Ferry Bangka Lakukan 3 Strategi Ini
Peralihan akses ini juga mempengaruhi alur kendaraan minibus sebelum masuk ke kapal. Semula harus masuk berurutan dengan berputar karena ada kendaraan roda dua, namun sekarang menjadi fleksibel dengan sistem first in dan first out.
“Dengan begitu, truk, mobil pribadi dan roda dua terpisah dengan jelas. Truk ke arah kiri dengan parkir lebih luas sama dengan mobil pribadi dari roda dua. Kita antisipasi jangan sampai kejadian tahun-tahun lalu, pengguna jasa sampai menunggu 6 jam, bahkan 2021 sampai menginap 3 hari,” katanya.
Strategi kedua ialah menerapkan online ticketing atau pembelian tiket secara daring yang masuk dalam perubahan manajemen hulu. Saat ini, PT ASDP telah menerapkan sistem cashless atau pembayaran tanpa uang tunai dan tidak bisa mengurai rencana pengguna jasa saat hendak berpergian.
“Sehingga online ticketing jadi sebuah keharusan, di mana orang bisa datang ke pelabuhan merencanakan kepergian pada saat dekat jadwal keberangkatan. Jadi dia tidak perlu datang buru-buru sebelum jadwal check ini dibuka, alhasil kedatangan orang ke pelabuhan bisa terkelola,” ujarnya.
“Jadi kita menarik proses go show atau beli di tempat, pengguna jasa bisa beli tiket secara mandiri. Rencananya kami luncurkan tanggal 3 November 2023, masih ada dua bulan antara November sampai Desember. Strategi ini untuk mengurai penumpukan massa pada jam dan titik yang bersamaan,” ujarnya.
Dengan kebijakan ini, ketika pengguna jasa hendak melakukan keberangkatan pada jam 11.00, mereka tidak perlu datang ke pelabuhan pada jam 07.00. Karena ketika datang pun, petugas tidak memperbolehkan masuk dan diperbolehkan masuk 2 jam sebelum jadwal keberangkatan.
“Kalau manajemen hulu sudah tertata, hilir tinggal menyesuaikan. Hilir ini apa, manajemen di dermaganya, ini sudah kita lakukan dengan kawan-kawan dari BPTD pada saat momen besar, contoh di tahun 2022, realisasi produksi di angkutan natal sebesar 10.000,3,” sebutnya.
“Tahun ini kita prediksi ada kenaikan di angka 11.200 sekitar 22 persen. Jadi penumpang sekitar 10.300 meningkat jadi 10.700, kendaraan dari realisasi produksi 7.200 akan meningkat jadi 8.400 sekitar 17 persen. Kenaikan ini akan kita topang 3 strategi tadi,” jelasnya. (**)

Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.